Breaking News:

Berita Pidie

Harga Emping Melinjo di Pidie Turun dalam Dua Bulan Terakhir

Jenis emping melinjo kualitas super sebelumnya sempat bertahan dikisaran Rp 70.000/Kg, namun kini menjadi 60.000/Kg hingga Rp 65.000/Kg.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Pedagang emping melinjo di pusat pasar Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie menjemur emping di pinggura ruas jakan Banda Aceh - Medan, Senin (9/8/2021) 

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Harga komoditi emping melinjo selama dua bulan terakhir di Pidie anjlok pasca penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menyebabkan permintaan ikonnya hasil produksi home industri asal Kabupaten itu  menjadi menurun.

Dari hasil pengakuan beberapa pedagang grosir dan eceran di pusat sentral emping melinjo di Kota Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie, Senin (9/8/2021)  harga berbagai jenis kerupuk baik kaitan super dan biasa turun atau anjlok.

"Jenis emping melinjo kualitas super sebelumnya sempat bertahan dikisaran Rp 70.000/Kg namun kini menjadi 60.000/Kg hingga Rp 65.000/Kg,"sebut Irfan Ramadhan (28) selaku salah satu pedagang emping melinjo di pusat pasar Beureunuen, Kecamatan Mutiara,  Pidie kepada Serambinews.com,  Senin (9/8/2021).

Diakui, selama masa wabah pandemi Covid-19 terutama saat penerapan PPKM permintaan emping melinjo menurun secara drastis atau malah anjlok total khususnya untuk permintaan luar daerah khususnya bagi para pedagang mie Aceh di Medan, Sumatera Utara.  Umumnya warga Aceh yang berjualan mie kerap memasang emping melinjo mulai dari 100.000 hingga 150.000 dalam setiap bulannya.

Maka seiring dengan penerapan PPKM selama satu bulan lebih permintaan emping menjadi kosong sama sekali. "Lazimnya rata-rata para penjual mie Aceh berjualan hingga malam hari, namun seiring dengan penerapan dan perpanjangan PPKM ini maka warung atau Rumah Toko (Ruko) tutup lebih awal hingga pukul 17.00 WIB sehingga memicu permintaan emping ini turun secara drastis. 

Baca juga: Isu Glyfphosat dalam Kopi Gayo Bentuk Kampanye Hitam untuk Meruntuhkan Citra Kopi Gayo

Baca juga: Bocah Derita Hidrosefalus Meninggal Dunia

Baca juga: Pakar Transfer: Messi telah Melakukan Negosisasi dengan PSG untuk Kontrak 2 Tahun Hingga Juni 2023

Diharapkan kondisi wabah pandemi Covid-19 ini agar dapat berlalu dengan penerapan Protokol kesehatan (Protkes) yang diterapkan pemerintah ini dapat berjalan dengan baik.

Pada intinya masyarakat dapat patuh seutuhnya termasuk dalam langkah penerapan PPKM ini. Hal ini demi memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona agar cepat berlalu di segenap lapisan masyarakat.

"Memang wabah ini telah memeberikan dampak dalam usaha dagang serta berbagai sektor sosial lainnya," ungkapnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved