Breaking News:

Berita Lhokseumawe

KONI Lhokseumawe Ingatkan Pengurus Cabor Agar Tak Sewa Atlet Luar Daerah

Tanggung jawab dari para pengurus cabor adalah melakukan pembinaan terhadap generasi muda sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Wakil Ketua KONI Lhokseumawe, Samsul Yusuf 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Lhokseumawe mengingatkan pada pengurus cabor-cabor di daerah tersebut agar jangan asyik menyewa atlet luar daerah bila mana akan berlangsungnya Pra-PORA, PORA ataupun even lainnya, tanpa melakukan pembinaan altet lokal. 

Wakil Ketua KONI Kota Lhokseumawe, Samsul Yusuf, Senin (9/8/2021), menjelaskan olahraga bukan hanya berbicara tentang medali saja. Tapi juga adanya pembinaan mental, karakter dan juga mekarantina generasi muda dari perbuatan-perbuatan yang negatif.

Didasari hal tersebut, sudah menjadi tanggungjawab dari para pengurus cabor-cabor di Kota Lhokseumawe untuk melakukan pembinaan terhadap generasi muda sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Sedangkan fenomena selama ini di Kota Lhokseumawe, lanjut Samsul Yusuf, masih ada cabor (tanpa menyebutkan nama cabor) yang tidak melakukan pembinaan sama sekali terhadap atlet lokal

Sehingga saat mengikuti berbagai even, termasuk PORA, hanya tinggal menyewa atlet luar daerah, seperti dari Pulau Jawa.  "Karena pemikiran dari pengurus cabor tersebut, yang penting dapat medali," katanya.

Tapi tanpa didasari, akibat sikap pengurus cabir seperti itu, telah menutup peluang bagi atlet lokal untuk berkompetisi. Disamping uang pembinaan yang dikucurkan ke cabor tersebut, hanya habis untuk menyewa atlet daerah lain saja.

Baca juga: Dikabarkan Sepakat Gabung PSG, Gaji Lionel Messi Sebesar Rp 679 Miliar Per Tahun

Baca juga: VIDEO - Empat Rumah Warga Terbakar di Seulimuem Aceh Besar

Baca juga: Shin Tae-yong Batal Balik ke Indonesia, Bagaimana Nasib Tim Jelang Play-off Kualifikasi Piala Asia?

"Belum lagi bila atlet luar tersebut dapat juara. Pemerintah Kota Lhokseumawe pasti memberi bonus. Nah, uang itu pasti akan menjadi milik orang luar Kota Lhokseumawe dan dibelanjakan di daerahnya. Jadi berapa kali lipat kerugian kita Lhokseumawe atas tindakan seperti ini," katanya.

Jadi, lanjut Samsul, para unsur pimpinan di KONI Kota Lhokseumawe, mulai sekarang ini akan mengambil sikap, tidak akan mengucurkan dana pembinaan bagi Cabor yang tidak melakukan pembinaan pada atlet lokal. "Ternasuk tidak akan membiayai kebutuhan Cabor untuk mengikuti Pra PORA dan PORA kali ini, bila mana masih asyik menggunakan atlet luar daerah," tegasnya.

Diingatkan sekali lagi, pengurus cabor jangan bangga dengan medali yang diperoleh dengan menyewa atlet lhar. "Mari kita ubah kebrobokan sikap yang seperti ini. Mari kita mulai bangga  saat jadi pengurus, bisa membina generasi lokal, sehingga bisa melahirkan atlet lokal handal. Jangan pengurus cabor  malah merasa handal karena prestasi dari atlet luar daerah yang disewanya," demikian Samsul Yusuf.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved