Breaking News:

59 Pegawai USK Terima Penghargaan Satyalancana

Sebanyak 59 pegawai Universitas Syiah Kuala (USK) menerima penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya

Editor: hasyim
HUMAS USK
Rektor USK, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, menyerahkan Sertifikat penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada PNS universitas itu di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, pada Senin (9/8/2021). 

BANDA ACEH - Sebanyak 59 pegawai Universitas Syiah Kuala (USK) menerima penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya.  Penghargaan tersebut diserahkan Rektor USK, Prof Dr  Ir Samsul Rizal MEng, bersamaan dengan pengambilan sumpah 37 Pegawai Negeri Sipil (PNS) universitas tersebut yang dilaksanakan secara daring dan luring dari Gedung AAC Dayan Dawood. Darussalam, Banda Aceh, Senin (9/8/2021).

Rektor dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada  pegawai yang menerima penghargaan Satya Lencana atas pengabdiannya selama ini di USK. Semangat dan dedikasi mereka selama ini, menurut Prof Samsul, sudah turut membawa USK berhasil meraih berbagai pencapaian penting seperti saat ini.

Rektor juga mengingatkan pegawai USK untuk terus berbenah dengan mengubah mindset serta meningkatkan kompetensinya, dalam menghadapi perubahan dunia yang tidak pasti. "Pandemi Covid-19 yang masih terjadi adalah bukti bahwa dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian," ujar Prof Samsul seperti disampaikan Koordinator Humas USK, Ferizal Hasan SE, dalam siaran pers kepada Serambi, sore kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Rektor juga menyoroti penerapa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III di Banda Aceh saat ini seperti tidak ada artinya. Hal ini, sebut Prof Samsul, dapat dilihat dari masih banyak orang yang berkumpul atau beraktivitas secara bebas seolah pandemi sudah berakhir.

Rektor menegaskan, pandemi ini tidak akan berakhir jika hanya sebagian orang yang peduli dan yang lain tidak. Hal inilah yang terjadi di Amerika, di mana varian delta meningkat di negara tersebut. Sebab, masih ada masyarakat Amerika termasuk pemimpin yang tidak peduli dengan pandemi.

Untuk itulah, Rektor mengharapkan pegawai USK dapat menjadi contoh di masyarakat bagaimana semestinya menghadapi pandemi. "Jadi, tidak ada gunanya kalau hanya USK yang peduli. Maka banyak orang berkomentar ketika kita umumkan di USK ada sembilan orang meninggal dan 300 positif, langsung heboh. Padahal, kita melakukan tracking seperti itu agar mudah mendeteksi sebaran virus ini," ucap Rektor.

Pada kegiatan tersebut, USK menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di mana 12 penerima Satyalancana hadir secara luring dan 47 lainnya secara daring. Begitu juga PNS yang diambil sumpah, yang hadir secara langsung sebanyak 14 orang dan 23 orang lainnya secara daring. Turut hadir dalam acara ini Wakil Rektor I dan II USK, Kepala Biro, serta para dekan di lingkungan USK.(jal)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved