Breaking News:

Salam

Tahun Baru Hijriah, Kita Diajak Mengusir Corona

Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1443 Hijriah, sebagai momentum

Editor: bakri
FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH
Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, dan sejumlah Kepala SKPA, menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh 

Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1443 Hijriah,  sebagai momentum untuk memperkuat ikhtiar agar diberi keselamatan dari wabah Covid-19. "Selama dua tahun pandemi, tentunya kita diharapkan sudah dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru. Hati dan pikiran, kita jaga agar tetap positif, serta hari-hari kita senantiasa dipenuhi dengan kesabaran dan tawakkal kepada Allah SWT atas ujian ini," kata Gubernur dalam sambutan peringatan tahun baru Hijriah 1443 di Banda Aceh, tiga hari lalu.

Menurut Nova, ikhtiar yang perlu diperkuat adalah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar senantiasa patuh terhadap protokol kesehatan dan menyukseskan vaksinasi. Hal tersebut merupakan kunci untuk menghalau virus Corona. "Selain ikhtiar tersebut, yang paling utama adalah doa yang tiada henti kita panjatkan kepada Allah SWT agar kita senantiasa diberi keselamatan dan dijauhkan dari bahaya Covid-19."

Selain itu, selama pandemi seluruh elemen masyarakat agar menjaga kebugaran dan pola hidup sehat, serta memperbanyak amal dengan membantu sesama. "Uluran tangan kita untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak pandemi sangatlah dibutuhkan saat ini."

Tema peringatan 1 Muharram 1443 Hijriah, secara nasional tampaknya memang diarahkan untuk meningkatkan semangat mengusir virus Corona.

Di Jakarta, Presiden Joko Widodo mengingatkan, pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia telah menyebabkan adanya penyesuaian dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas keagamaan. Penyesuaian tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk perubahan yang lebih baik dan contoh hijrah yang diamanahkan Nabi Muhammad Saw. “ Kesadaran untuk menjadi lebih baik, kesadaran untuk rela berkorban demi hal-hal yang lebih besar, kesadaran untuk membangun budaya hidup baru yang lebih bermanfaat dan produktif.”

Presiden Joko Widodo berharap agar momen tahun baru 1 Muharam 1443 Hijriah yang juga bertepatan dengan bulan kemerdekaan dapat dimanfaatkan untuk melipatgandakan usaha lahiriah maupun batiniah dalam melawan pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Negara, masa pandemi juga memberi pelajaran berharga untuk direnungkan. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari perjuangan Nabi Muhammad Saw. Semasa hijrah dari Makkah ke Madinah telah membuat Islam berkembang pesat, menyebar luas, dan menjadi kekuatan yang disegani di jazirah Arab. Untuk mencapainya, dibutuhkan pengorbanan untuk meninggalkan hal-hal yang menghambat kemajuan, serta kebersamaan, keberanian, dan solidaritas untuk mengatasi ancaman. “Perbedaan latar belakang sosial dan budaya justru menjadi kekuatan. Persaudaraan kaum muhajirin dan ansar dalam menyukseskan perjuangan dakwah nabi merupakan uswah, merupakan contoh.”

Makanya umat Islam kini diminta mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas mencerminkan semangat hijrah dalam perilaku keseharian kita. “Semua itu untuk menghindari terinfeksi virus Covid-19 demi keselamatan dan kesehatan bersama serta membangun pola hidup yang lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan yang merugikan kesehatan.”

Di sisi lain, kita harus jujur melihat bahwa sesungguhnya, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Level 4 di sebagian Aceh belakangan ini, ternyata belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Selain tingkat mobilitas masyarakat ternyata masih tinggi, angka kematian pada masa PPKM juga meningkat. Tiga hari lalu, bahkan sempat 20 orang meninggal dalam waktu 24 jam. Ini rekor jumlah kematian selama pandemi di Aceh.

Dan, kasus baru infeksi virus Corona juga masih sangat tinggi, dua hari lalu dilaporkan dalam sehari terjadi hampir 400 orang kasus positif baru termasuk di antaranya tenaga medis. Justru itulah sepatutnya kita semua mengindahkan seruan pemerintah untuk keselamatan, yakni mematuhi protkes serta mengikuti vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan secara gratis oleh pemerintah. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved