Breaking News:

Salam

Aceh Harus Gencarkan Lagi Kampanye Protkes

Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mengatakan fenomena tidak percaya Covid-19 bukan hanya terjadi di sebagian penduduk Indonesia

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
KH MA’RUF AMIN, Wakil Presiden RI 

Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mengatakan fenomena tidak percaya Covid-19 bukan hanya terjadi di sebagian penduduk Indonesia. Akan tetapi ini merupakan fenomena global. “Di Amerika Serikat juga menurut survei ada 30 persenan, di Prancis juga ada. Jadi, apa yang terjadi di kita itu juga pengaruh dari fenomena global itu.”

Namun, Wapres menegaskan, Pemerintah terus mengedukasi masyarakat yang dilakukan langsung oleh Presiden, Wakil Presiden, para menteri, serta satgas yang dibantu media massa secara masif. Sejauh ini, kontra narasinya sudah dilakukan secara baik.

“Saya sendiri sudah bicara dengan seluruh ulama di daerah melalui virtual. Kemudian saya juga mengumpulkan ormas-ormas Islam yang jumlahnya sekian ratus itu. Semua sepakat bahwa Covid ini harus ditanggulangi dan ini adalah sesuatu yang nyata. Jadi, kami dalam tataran ormas hampir tidak ada yang berpikiran seperti itu. Bahkan melalui berbagai kegiatan di pesantren, istighasah, haul, saya katakan bahwa persoalan Covid-19 ini bukan sesuatu yang diduga tetapi sesuatu yang nyata.”

Dan, yang paling menarik dari Pernyataan Wapres adalah bahwa masalah Covid-19 ini bukan hanya tanggung  jawab kenegaraan dan kebangsaan, tapi juga keagamaan. Sebab, menjaga diri dari wabah ini wajib. “Maka saya menggunakan istilah penanganan Covid-19 itu masalah agama sesuai syariat, dalam upaya melindungi dan menjaga masyarakat, ini tanggungjawab ulama.”

Di sisi lain, Wapres juga melihat ada orang yang ingin coba melakukan pengacauan, di setiap masa pasti ada. Kalaupun bukan isu Covid-19, ya isu lain, agar membuat tidak percaya kepada pemerintah. “Nah, sekarang ini masalah Covid-19 dan kesulitan ekonomi yang dijadikan isu yang di-blow up terus. Kelompok-kelompok ini memang yang pada dasarnya tidak suka dengan pemerintah. Ini yang terus kita lakukan, klarifikasi, edukasi.”

Kh Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa “Kita sekarang mestinya fokus bagaimana menghadapi Covid-19. Apa yang kita pikirkan, omongkan, langkahkan itu bagaimana mengatasi Covid-19. Ini kan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi sesemuanya bagaimana bisa memberi kontribusi dalam penanggulangan Covid-19. Jadi harus digalakkan di masyarakat dengan dibantu oleh pers.”

Terkait itu, laporan media dua hari lalu menyebutkan di Aceh terjadi pergeseran Peta Zonasi Risiko (PZR). Artinya lokasi jangkitan terparah bergeser dari satu daerah ke daerah lainnya. Jika pekan lalu yang masuk zona merah adalah Aceh Tengah dan Sungkil, maka kini bergeser ke Banda Aceh dan Sabang. Banda Aceh sebagai ibukota provinsi memang sudah berkali-kali terperosok ke zona merah. Akan tetapi, yang mengejutkan adalah Sabang yang selama ini termasuk di zona tak berisiko, tiba-tiba kasusnya melonjak hingga terseret ke zona merah.

Makanya kita katakan Aceh termasuk salah satu daerah yang mestinya menggalakkan kembali spirit anti Corona di tengah masyarakat. Sebab, banyak warga yang kita lihat berperilaku seolah-olah Corona itu sudah berlalu. Lihat saja, ada sekolah model di Banda Aceh yang melaksanakan belajar tatap muka secara penuh selayaknya kondisi normal. Mengapa bisa demikian? Padahal Banda Aceh sedang menerapkan PPKM level 4, kan?

Kita juga yakin sebagian masyarakat Aceh tidak mengakses media massa sehingga mereka tidak tahu tahu bahwa dalam pekan ini angka jangkitan virus Corona meningkat tajam. Mereka juga tidak tahu virus mematikan itu sudah sampai membunuh 20 hingga 30 orang perhari di Aceh dalam sepekan belakangan ini. Mereka pun tidak tahu bahwa saat ini Banda Aceh dan Kota Sabang termasuk zona merah Covid-19. Mereka juga tidak tahu bahwa saat ini sebagian besar wilayah termasuk zona oranye. Jadi, inilah PR sesungguhnya pemerintah di Aceh. Yakni bagaimana memogramkan kembali supaya masyarakat Aceh yang sudah bersikap abai bisa mematuhi protokol kesehatan serta yang belum vaksin bisa segera mendatangi tempat-tempat penyuntikan vaksin yang digelar secara gratis. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved