BTPN Syariah Siap Bersaing di Pembiayaan Ultra Mikro

PT Bank BTPN Syariah Tbk menyatakan siap bersaing dalam menggarap pembiayaan sektor ultra mikro di Indonesia. Meski masih dalam kondisi pandemi

Editor: bakri
Foto: Facebook

JAKARTA - PT Bank BTPN Syariah Tbk menyatakan siap bersaing dalam menggarap pembiayaan sektor ultra mikro di Indonesia. Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, BTPN Syariah mengklaim jika perseroannya masih dalam kondisi stabil.

Hal itu disampaikan oleh Direktur BTPN Syariah, Fachmy Ahmad, dalam Media briefing digital journey BTPN Syariah untuk keuangan inklusif, yang berlangsung secara virtual, Jumat (13/8/2021) sore.

Fachmy Ahmad menjelaskan, BTPN Syariah yang menyasar nasabah di sektor ultra mikro memang mendapat persaingan dari Holding BUMN Ultra Mikro. Namun ia justru ia melihat secara positif persaingan itu. Karena ia menilai jika hanya ada satu pemain dalam satu segmen, tentu akan tampak tidak baik.

Karena adanya peaingan di segmen ultra mikro, maka BTPN Syariah pun termotivasi untuk terus meningkatkan pelayanan. Bahkan, BTPN juga terus berupaya meyederhanakan teknologi yang digunakan, supaya dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan.

"Dengan adanya persaingan, nasabah akan memiliki lebih banyak opsi untuk mendapatkan pembiayaan. Sementara institusi keuangan juga akan bersaing memberikan pelayanan yang terbaik," ujarnya.

Kata Fachmy dalam diskusi virtual itu, pihaknya akan terus memberikan layanan keuangan yang komplit bagi nasabah. Karena menurutnya, jasa yang paling baik adalah jasa yang lengkap. Bank tidak hanya dari sisi pembiayaan, tapi juga memberikan pendampingan.

Untuk diketahui, mayoritas nasabah BTPN Syariah merupakan  masyarakat pra sejahtera melalui 10.500 Community Officer (CO) yang tersebar di seluruh Indonesia .

Hingga kuartal 11 2021, BTPN Syariahmeraup laba bersih sebesar Rp770 miliar, naik 89,65 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020, yang hanya Rp406 miliar. Kenaikan laba itu tak lepas dari tumbuhnya pembiayaan yang mencapai 15 persen, dengan jumlahnya Rp10,05 triliun.(mun)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved