Breaking News:

Opini

Aktualisasi Kemerdekaan di Tengah Pandemi

Tanpa terasa, hari peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia kembali menyapa di situasi pandemi Covid-19. Semangat merah-putih

Editor: hasyim
Aktualisasi Kemerdekaan di Tengah Pandemi
IST
M ANZAIKHAN, S.Fil.I., M.Ag., Dosen IAIN Langsa dan Founder Pematik (Pusat entrepreneur dan menulis) Aceh

Rasulullah SAW yang hidup 14 abad silam telah memberikan contoh. Di umurnya masih belia, ia sudah mengikuti pamannya berdagang. Nabi ikut ke negeri Syam dengan Abu Thalib usia 12 tahun. Membuka usaha sendiri 17 tahun, dan terus berwirausaha ke berbagai negara hingga umur 37 tahun. Berarti, 5 tahun nabi belajar dan 25 tahun nabi berwirausaha melebihi lamanya nabi menjadi rasul (23 tahun).

Realita ini menunjukkan, bahwa Nabi Muhammad sekalipun, sebelum ia menjadi rasul, ia sudah merdeka finansial. Ia sosok yang kaya raya, dan jika ia mau, hartanya sudah cukup untuk dirinya sendiri tanpa harus dihabiskan dijalan dakwah.

Di balik itu, ternyata ada pesan moral yang tersirat. Lamanya nabi berwirausaha, hingga memperoleh kekayaan, menunjukkan betapa pentingnya kemerdekaan finansial bagi prinsip atau idealisme seseorang. Itu pula yang mengispirasi kita, jika ingin lebih kokoh dan mantap, tidak mudah tergoda oleh harta dan tahta saat menjadi pemimpin.  Maka mulailah dengan kondisi ekonomi yang sudah baik dan mandiri.

Singkatnya, merdeka ekonomi untuk terjun ke politik, bukan berpolitik untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Dengan begitu, andaipun terjun ke panggung politik, maka akan menjadi politikus yang bersih, bukan oknum politik yang menanduk dan menjilat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved