Jumat, 8 Mei 2026

Pendidikan

Anggota DPRA Komisi VI Minta Dinas Pendidikan Aceh Aktifkan Bengkel Teknik Mandiri SMKN 2 Langsa

Sejak beroperasi, bengkel milik sekolah kejuruan nomor 1 di Aceh ini terbilang sangat maju, karena memiliki alat mumpuni (lengkap) selain alat perbaik

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota Komisi VI DPRA Bidang Pendidikan H Jauhari Amin meminta Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh untuk mengaktifkan kembali Bengkel Teknik Mandiri SMKN 2 Langsa. 

Laporan Zubir I Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Anggota Komisi VI DPRA Bidang Pendidikan H Jauhari Amin meminta Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh untuk mengaktifkan kembali Bengkel Teknik Mandiri SMKN 2 Langsa.

"Sejak tahun 2020 lalu bengkel mobil SMKN 2 Langsa itu telah berhenti beroperasional, persoalan ini harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Aceh," ujar Jauhari, Senin (16/8/2021).

Menurut Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRA ini, Dinas Pendidikan Aceh sebagai dinas terkait yang sekarang membawahi semua SMA dan SMK di Aceh termasuk SMKN 2 Langsa ini, hekdanya mengaktifkan kembali Bengkel Teknik Mandiri.

Sebab, selain sebagai usaha mandiri milik sekolah, bengkel itu sebelumnya juga digunakan sebagai salah satu tempat praktek siswa SMKN 2 Langsa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) maupun jurusan lain.

Sangat disayangkan apa bila bengkel teknik mandiri SMKN 2 Langsa ini terus menerus dibiarkan begitu saja, maka selain tidak bisa digunakan pihak SMKN 2 Langsa sebagai tempat praktek siswanya.

Otomatis berbagai jenis alat perbengkelan yang sudah tersedia di Bengkel Teknik Mandiri SMKN 2 Langsa tersebut akan rusak karena tidak ada perawatan sama sekali.

Baca juga: BREAKING NEWS - Bocah 7 Tahun Asal Marelan Kota Medan Tenggelam di Pantai Lampuuk

Baca juga: Dua Nakes RSU Cut Meutia Aceh Utara Kembali Terpapar Covid 19

Apalagi alat-alat perbengkelan yang sudah ada di bengkel ini lngkap dan bernilai tinggi, dibeli waktu itu menggunakan anggaran pemerintah sejak bengkel itu diresmikan beroperasi di tahun 2010 silam.

"Saya harap dinas pndidikan aceh segera menyelesaikan persoalan keaktifan kembali Bengkel Teknik Mandiri SMKN 2 Langsa ini, agar bisa dimanfaatkan terutama buat praktek siswa sekolah kejuruan ini," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Benkel Teknik Mandiri milik SMKN 2 Langsa yang beridiri 11 tahun silam, sejak tahun 2020 hingga kini terbengkalai (tutup) pascasekolah kejuruan ini diambil alih oleh Pemerintah Aceh.

Informasi dihimpun Serambinews.com, Jumat (13/8/2021), menyebutkan, sejak tahun 2020 lalu Bengkel Teknik Mandiri (bengkel mobil) ini sudah tidak bisa dioperasikan atau difungsikan seiring berobahnya manajemen kendalai sekolah.

Pasalnya, selama ini semua sekolah setingkat SMA termasuk SMK sudah berada dibawah Dinas Pendidikan Provinsi Aceh atau lepas dari tanggung jawab Pemerintah Kota/Kabupaten.

Namun, sangat disayangkan asset barang perbengkelan bernilai miliaran rupiah yang ada di bengkel mobil (benkel mandiri) SMKN 2 Langsa ini terancam rusak atau jadi barang butut, karena tidak ada perawatan.

Alat perbengkelan yang bernilai dollar di Bengkel Teknik Mandiri SMKN 2 Langsa itu seperti open cat mobil, hidrolik lift jack, spooring ban, nozzle kalibrasi, hidrolik doorsmer, dan lain sebagainya.

Sebelumnya sejak diresmikan tahun 2010 silam, Bengkel Teknik Mandiri SMKN 2 Langsa dikelola Koperasi sekolah ini berikut sistem bagi hasil sebagiannya dijadikan sebagai pendapatan sekolah dan koperasi.

Sejak beroperasi, bengkel milik sekolah kejuruan nomor 1 di Aceh ini terbilang sangat maju, karena memiliki alat mumpuni (lengkap) selain alat perbaikan mesin canggih, juga disediakan cat sistem open, serta bubut, dan lainnya.

Sehingga sangat disayangkan, jika terus dibiarkan tidak beroperasi lagi maka otomatis semua alat perbengkelana di bengkel tersebut akan rusak total.

Untuk menyelamatkan asset pemerintah di Bengkel Teknik Mandiri SMKN 2 Langsa ini, Dinas Pendidikan Aceh harus mengambil sikap, apakah pengelolaan bengkel ini diberikan kepada pihak ketiga atau kepada koperasi lagi.

Kepala SMKN 2 Langsa, Jauri, ST, kepada Serambinews.com, membenarkan bahwa Bengkel Teknik Mandiri sekolah kejuruan (SMK) tersebut saat ini tidak beroperasi lagi, dan terhenti sejak setahun lalu atau tahun 2020.

Menurutnya, terkait persoalan beroperasionalnya bengkel mobil tersebut berada di Dinas Pendidikan Aceh, Kasek mengaku belum mengetahui kapan bisa akan kembali difungsikan.

Pihak sekolah berharap, bengkel mobil di sekolah tersebut bisa dioperasionalkan kembali. Apalagi siswa jurusan mesin ringan SMKN 2 Langsa ini juga bisa melakukan praktek di bengkel ini.

"Sejak saya menjadi Kasek bengkel mandiri SMKN 2 Langsa ini memeng sudah tidak beroperasi lagi. Namun semua alat perbengkelannya masih ada di gudang dan terjaga," cetusnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved