Breaking News:

Program BI Mengajar Sambangi USK

Bank Indonesia Provinsi Aceh menggelar program BI Mengajar dalam rangka perayaan HUT Bank Indonesia

Editor: hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Achris Sarwani Sebagai KPw BI Provinsi Aceh saat menyampaikan materi dalam Program BI Mengajar dalam rangka perayaan HUT Bank Indonesia yang berlangsung, Kamis (12/8/2021) di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh 

BANDA ACEH - Bank Indonesia Provinsi Aceh menggelar program BI Mengajar dalam rangka perayaan HUT Bank Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan dengan menggandeng Universitas Syiah Kuala (USK) itu berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Kamis (12/8/2021) lalu.

BI Mengajar itu mengusung tema “Memperkuat Inovasi, Sinergi dan Kepedulian Sosial Sebagai Kontribusi Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional”. Seluruh Rangkaian Acara digelar secara hybrid melalui Zoom dan tatap muka dengan jumlah peserta yang terbatas. Sebelumnya 50 peserta yang ikut hadir dalam program BI Mengajar sudah melakukan Swab Antigen dua hari sebelum acara berlangsung.

Program BI Mengajar ini diisi oleh Achris Sarwani sebagai KPw BI Provinsi Aceh, serta Prof Dr Ir Marwan, Wakil Rektor bidang akademik USK.

Prof  Marwan dalam sambutannya mengatakan, Program BI mengajar ini dilaksanakan tepat pada bulan kemerdekaan Indonesia sebagaimana tujuan bersama untuk menuju Indonesia yang berdaulat,adil dan makmur pada tahun 2045. "Harapan bagi para pemimpin bangsa di masa depan agar dapat merealisasikan pembangunan Indonesia khususnya dalam segi Perekonomian untuk menuju Indonesia Maju” ujarnya.

Dia mengapresiasi dan menanggapi dengan sangat baik program BI Mengajar tahun ini yang digelar di USK, berharap dari program BI Mengajar ini mampu memberikan wawasan dan semangat baru bagi para mahasiswa dan masyarakat Aceh tentunya selaku penggerak ekonomi di daerahnya.

Sementara Achris Sarwani dalam paparannya, menjelaskan mengenai peran dan tujuan BI dalam pembangunan ekonomi nasional. “Tujuan tunggal BI ialah mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah, salah satunya memantau kestabilan nilai rupiah terhadap inflasi dan nilai tukar terhadap mata uang negara lain” tuturnya.

Selain membahas visi-misi BI, ia juga menyinggung perihal prospek perekonomian masyarakat Aceh di tengah pandemi Covid-19.  Adanya aturan baru memaksa masyarakat masuk dalam tren digitalisasi, sehingga tren digitalisasi kini mampu memenuhi 80 persen kegiatan perekonomian Indonesia.

Dikatakan, bukan hanya di Indonesia namun seluruh dunia kini merasakan demam digitalisasi, akibatnya perekonomian global diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Bank Indonesia juga telah berupaya dalam berbagi sinergi dan kebijakan-kebijakan yang mendukung pemulihan perekonomian khususnya pada sektor perbankan.

Dalam era digitalisasi ini Bank Indonesia terus menjadi bank sentral digital terdepan untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang baru, yang nantinya diharapkan dapat menormalisasikan dan mengembalikan perekonomian Indonesia menjadi semakin lebih baik.(mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved