Breaking News:

Kupi Beungoh

Syahwat Kekuasaan dan Kehancuran Negara

Fitnah, tipu daya, dan zina yang begitu bebas telah menyebabkan peradaban tersebut hancur dan lenyap dari permukaan bumi.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
T. Murdani adalah mahasiswa program Doktor dalam bidang International Development, Fakultas Art & Design, University of Canberra, Australia, mengajar pada jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

Oleh: T. Murdani*)

RAMAI sekali yang mengatakan bahwa ‘kita ini umat akhir zaman’ dan harus bersiap-siap untuk menghadapi kiamat.

Di media sosial juga tidak kalah banyak yang membagikan berbagai berita tentang akhir dari kehidupan di bumi ini.

Mungkin kita masih ingat ketika menjelang tahun 2012, dimana dunia begitu khawatir dengan ramalan yang pernah dibuat oleh suku Maya bahwa dunia akan kiamat pada tahun tersebut.

Industry film Hollywood bahkan sudah membuat sebuah film tentang kiamat yang diramalkan oleh Suku Maya tersebut yang diberi judul ‘2012’.

Di sisi lain, sebagai umat akhir zaman sebenarnya kita diuntungkan karena kita disajikan dengan berbagai cerita dan sejarah suatu bangsa dan komunitas yang pernah hidup sebelum kita.

Sejarah tersebut seharusnya menjadi sebuat iktibar dalam dalam upaya membangun sebuah peradaban yang maju dan berkelanjutan untuk kemaslahatan manusia.

Bila kita membuka lembaran sejarah peradaban sebuah bangsa dan komunitas masa lalu seperti yang disajikan oleh Prof. Dr. Raghib As-Sirjani, kita akan disungguhkan dengan sejarah peradaban-peradaban hebat seperti peradaban Yunani, India, Persia, Romawi, dan Peradaban Arab.

Dalam semua catatan sejarah tersebut kita juga dapat memahami satu kesamaan bahwa semua peradaban hebat tersebut telah hancur lebur dan penyebab dari kehancuran umumnya sama yakni syahwat ragawi dan syahwat kekuasaan.

Dalam peradaban Yunani misalnya dengan pemikir utama mereka seperti Plato dan Aristotles meletakkan undang-undang negara dengan membagi masyarakat dalam tiga tingkatan, pemikir (filsuf), tantara dan rakyat jelata (kufi). Peradaban ini merupakan dasar dari semua peradaban yang berkembang didunia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved