Breaking News:

Wawancara Khusus

Jangan Disorientasi Gara-gara Pilpres dan Pilkada

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengatakan lebih mementingkan untuk membesarkan nama partainya

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
ZULKIFLI HASAN, Ketua Umum DPP PAN 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengatakan lebih mementingkan untuk membesarkan nama partainya ketimbang memikirkan kemungkinan maju dalam Pilpres 2024. Zulhas--sapaan akrabnya--menyebut dirinya menyerahkan kepada takdir apakah nanti berpartisipasi sebagai calon presiden atau calon wakil presiden atau tidak.

"Jadi PAN lebih penting eksistensi kebesarannya ketimbang Zulkifli Hasan maju capres atau cawapres, serahkan takdir sajalah," ujar Zulhas, saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, dan News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat, Rabu (18/8/2021). Berikut perikan wawancaranya:

PAN sering kali mengecoh lembaga survei, setiap ada survei hasilnya kecil tapi ketika pemilu meleset semua hasilnya. Rahasianya apa?

Kita sudah berkali-kali menyampaikan pertanyaan kepada lembaga survei. Pernah dulu tinggal sebulan lagi menuju Pemilu, itu kita 1,8 persen hasilnya di lembaga survei, tapi (realitanya) 7 persen. Waktu itu satu lembaga survei yang mendekati yaitu 4 persen, yang lain rata-rata 1,8 persen. Selalu kita tanya dengan lembaga survei, kemudian jawaban paling memuaskan yang saya terima adalah dari Saiful Mujani, 'Pak Zul, 2 persen atau 5 persen itu sama saja'. Jadi ya wallahu a'lam, tapi ada juga beberapa lembaga survei yang betul-betul secara fair, adil, nampaknya hasilnya mendekati.

Yang lain 1,8 tapi dia hasilnya 4,8 persen. Hasil aslinya 7 persen, jadi margin error masih masuk akal, tapi yang lain-lain nggak tahu kenapa bisa terjadi begitu hasilnya. Tapi kita biasa saja karena mulai dari ada survei, ada pemilu, selalu begitu, karena itu masyarakat hingga kader PAN sudah memahami kalau PAN di survei kecil, itu belum tentu yang sebenarnya.

Banyak partai sudah mengelus-elus capres dan cawapres untuk 2024 lewat baliho atau publikasi lain, karena diyakini mempengaruhi perolehan suara Pilpres kan masih 3 tahun lagi sementara kita ini masih pandemi, tentu ada beberapa kami lihat. Tentu tujuannya bukan untuk kepentingan PAN saja. Kita ingin ada pemimpin yang memiliki isi kepala banyak sehingga konsep gagasan untuk Indonesia maju tumbuh itu ada, sehingga tidak lagi ada model-model seperti ini pak, kita lihat, lirik, cari.

Karena kita butuh juga pemimpin yang punya merah putih, pemimpin yang punya empati, yang punya hati, bukan hanya sekedar cari jabatan, dan ini kan trackrecordnya kita lihat itu perlu. Hanya kan ini masih jauh masih 3 tahun lagi, oleh karena itu kami fokus dulu sekuat tenaga membantu dimana-mana Covid-19 ada yang susah.

Orang kerja kehilangan pekerjaannya, orang yang kehilangan orang tua dan keluarganya, karena sumber kami terbatas kami fokus dulu membantu itu. Jadi kami nggak pasang baliho, macem-macem itu nggaklah, membantu saja kami fokuskan. Tapi secara terbatas kami diskusikan, bagaimana yang ini bagaimana si a b c, kita kupas backgroundnya, trackrecordnya selama ini bagaimana begitu ditarget, nanti yang mana yang the best choice yang akan terbaik untuk NKRI kita.

Apa Anda tertari untuk maju di 2024?

Saya merasa paling penting itu membesarkan PAN ini, karena PAN ini dibutuhkan oleh merah putih. Saya yakin betul PAN ini diperlukan, dibutuhkan, karena kita ini ada di tengah, terbuka, Islam yang menggembirakan, dan tidak sektarian, siapa saja pandangan-pandangannya, dan ini dibutuhkan oleh republik. Dibutuhkan untuk merah putih, karena merah putih itu paling tinggi kalau kita berada di tengah. Jadi pan lebih penting eksistensi kebesarannya ketimbang Zulkifli Hasan maju capres atau cawapres, serahkan takdir sajalah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved