Breaking News:

Luar Negeri

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur ke Uni Emirat Arab, Bantah Bawa Rp 2,43 Triliun Kas Negara

Saat Taliban menduduki Kabul pada Minggu (15/8/2021), Ghani dilaporkan meninggalkan negara tersebut dan tidak diketahui kabur ke mana.

Editor: Faisal Zamzami
PRESS OFFICE OF PRESIDENT OF AFGHANISTAN / AFP
Foto resmi yang diambil pada 7 Agustus 2020 dan dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan, memperlihatkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memberi isyarat jari telunjuk saat ia berbicara pada hari pertama pertemuan akbar majelis Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul. Ribuan warga Afghanistan memulai pertemuan selama tiga hari di Kabul pada 7 Agustus untuk memutuskan apakah akan membebaskan sekitar 400 tahanan Taliban. 

SERAMBINEWS.COM, ABU DHABIUni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berada di negaranya.

Negara tersebut menyatakan, pihaknya menerima Ghani atas dasar kemanusiaan setelah dia kabur dari Afghanistan karena Taliban merebut Kabul.

"Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA dapat mengonfirmasi bahwa UEA telah menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya dengan alasan kemanusiaan," kata kementerian tersebut, sebagaimana dilansir The Straits Times, Rabu (18/8/2021).

Saat Taliban menduduki Kabul pada Minggu (15/8/2021), Ghani dilaporkan meninggalkan negara tersebut dan tidak diketahui kabur ke mana.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, Ghani menyatakan bahwa Taliban telah menang dan dia terpaksa melarikan diri untuk menghindari pertumpahan darah.

Hingga Rabu, muncul sejumlah spekulasi bahwa dia telah melarikan diri ke beberapa negara, seperti Tajikistan, Uzbekistan, atau Oman.

Sejak mayoritas pasukan AS ditarik dari Afghanistan, Taliban dengan cepat menduduki satu demi satu wilayah negara tersebut.

Puncaknya, kelompok milisi tersebut berhasil menduduki Kabul hanya dalam hitungan hari setelah mereka menduduki ibu kota provinsi pertama di Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden berkukuh membela keputusannya ihwal menarik pasukan dari Afghanistan.

Pada Senin (16/8/2021), dia mengakui bahwa kemajuan Taliban berlangsung lebih cepat dari yang diprediksi sambil mengkritik pemerintahan Ghani.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved