Breaking News:

Viral Medsos

Ibu Mencoba Lempar Bayi Lewati Kawat Berduri, Berharap Tentara Bawa Pergi Anaknya dari Afghanistan

Melansir dari Mirror, Kamis (19/8/2021) pemandangan memilukan terjadi di Bandara Kabul, ketika ratusan orang berkumpul di landasan.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
TWITTER @RespectIsVital
Sebuah video memperlihatkan seorang ibu mencoba melemparkan bayinya dari kawat berduri agar dibawa pergi dari Afghanistan mendapat perhatian dari pengguna media sosial. 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah video memperlihatkan seorang ibu mencoba melemparkan bayinya dari kawat berduri agar dibawa pergi dari Afghanistan mendapat perhatian dari pengguna media sosial.

Warga Afghanistan yang putus asa mengangkat bayi dari atas kawat berduri dalam upaya melarikan diri dari Taliban.

Melansir dari Mirror, Kamis (19/8/2021) pemandangan memilukan terjadi di Bandara Kabul, ketika ratusan orang berkumpul di landasan sebagai upaya melarikan diri dari kekuasaan Taliban.

Sebelumnya juga sempat terjadi kerumunan warga mengejar pesawat yang akan lepas landas dan mereka berpegangan pada roda-roda pesawat.

Video terbaru yang juga membuat terkejut, ratusan orang berusaha mendorong pagar Bandara, terjadi dorong mendorong sampai percobaan melempar bayi melewati kawat berduri.

Baca juga: Gubernur Wanita Pertama Afghanistan Ditangkap, Merekrut Gerilyawan Memerangi Taliban

Baca juga: Gubernur Bank Sentral Afghanistan Tetap Tenang Sampai Taliban Kuasai Kabul, Sebelum Melarikan Diri

Rekaman tersebut memperlihatkan bayi sedang diangkat untuk dilemparkan oleh ibunya agar selamat dari kekuasaan Taliban.

Pengguna media sosial yang mengunggah video menjelaskan orang-orang di Afghanistam sangat ingin melarikan diri dari negara mereka.

"Orang-orang sangat ingin melarikan diri dari Taliban, sehingga mereka melewati kawat berduri untuk menyelamatkan anak-anaknya.

"Mengerikan, para wanita melemparkan bayi mereka ke kawat berduri, meminta tentara untuk membawa mereka, beberapa diantaranya terjebak di kawat," tulis di postingan.

Seorang perempuan berhasil melewati blokade dengan membawa putrinya, yakni Fatima (bukan nama sebenarnya), ia menyebutkan suaminya telah bergabung dengan Taliban dan suaminya memukulinya karena melarikan diri dari negara tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved