Berita Malaysia
Kampung Aceh di Malaysia Diterjang Banjir Bandang, Permebam dan SUBA Galang Bantuan
Rapat Dipimpin oleh Presiden Permebam Datuk Mansyur Usman, Ketua SUBA, Tgk Bukhari Ibrahim, serta Tgk Fathurrachman dan Fahmi M Nasir.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR – Kampung Acheh yang berada di distrik Yan Kedah, turut dihantam banjir bandang pada Rabu (18/8/2021) lalu.
Setidaknya tiga orang ditemukan tewas di beberapa lokasi di sekitar kawasan Gunung Jerai di Yan.
Menyikapi musibah itu, warga Aceh di Malaysia sepakat untuk menghimpun bantuan dan menggalang dana untuk disalurkan kepada korban banjir di Yan.
Bantuan itu nantinya bukan hanya disalurkan kepada korban banjir di Kampung Acheh, tapi juga ke sejumlah lokasi lainnya yang diterjang banjir.
Kesepakatan menggalang dana bantuan untuk korban banjir bandang di Yan Kedah ini diputuskan dalam sebuah rapat bersama Persatuan Melayu Berketurunan Aceh Malaysia (Permebam) dan Sosialisasi Ummah Bansigom Aceh (SUBA).
“Rapat bersama ini berlangsung di kantor Permebam/SUBA, yang beramalat di No 30/6 wisma Sabaruddin jalan Raja Alang kampong Baru 50300 K Lumpur, Minggu (22/8/2021),” tulis komunitas Aceh di Malaysia, Jafar Insya Reubee, dalam pesan WhatsApp kepada Serambinews.com, sore tadi.
Rapat Dipimpin oleh Presiden Permebam Datuk Mansyur Usman, Ketua SUBA, Tgk Bukhari Ibrahim, serta Tgk Fathurrachman dan Fahmi M Nasir.
“Alhamdulilah hari ini Permebam dan SUBA atas nama masyarakat Acheh di Malaya kembali mengalang dana bantuan korban banjir di Kampong Yan Kedah,” kata Jafar mengutip keterangan Datuk Manysur Usman dan Bukhari Ibrahim.
Baca juga: Aksi Pemuda Rekam Air Bah di Kedah dari Jarak Dekat, Sesaat Kemudian Jembatan Putus
Baca juga: PM Baru Malaysia Posting Ucapan Terima Kasih kepada Istri: Terima kasih Ni, karena selalu ada
Hingga 6 September
Dikatakan, penggalangan dana akan dilakukan selama sekira 14 hari, yaitu dari tanggal 22 Agustus 2021 hingga tanggal 6 September 2021.
“Permebam bersama SUBA akan menggalang dana dari kedai runcit Acheh dan saudagar di Malaysia,” kata Datuk Mansyur.
Bukhari Ibrahim menambahkan, dalam masa 14 hari tabung amal ini dilancarkan, pihaknya menargetkan akan menghimpun bantuan senilai RM 100.000 atau sekira Rp 340 juta.
“Insya Allah, jika semua sesuai harapan, bantuan ini akan dihantar langsung oleh relawan Permebam dan SUBA ke tempat mangsa banjir di Kampong Yan Kedah,” ujar Bukhari.
Datuk Mansyur, Bukhari Ibrahim, Tgk Fathurrachman, Fahmi M Nasir, dan Jafar Insya Reubee, berharap dan memohon dukungan semua komuniti Acheh Malaysia untuk saling peduli atas penderitaan yang dialami saudara di Yan Kedah.
“Kami tahu saat ini kita semua sedang dalam kesulitan karena pandemi Covid-19. Tapi saat ini saudara-saudara kita di Yan, sangat membutuhkan huluran tangan. Insya Allah bantuan kita dapat meringankan beban mereka, mangsa banjir yang juga sedang menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap Datuk Mansyur.
Fenomena ketinggian air yang memicu banjir di sekitar Yan dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu lalu dan sejauh ini telah menelan lima korban jiwa.
Menurut keterangan, lokasi yang terdampak banjir antara lain kawasan kaki gunung dan kawasan dekat sungai, yakni Perigi, Teroi Bukit, Singkir, Kampung Permatang Keramat, Kampung Lubuk Boi, Pekan Yan Besar, Titi Teras, Kampung Acheh, dan Kampung Lubuk Boi, serta Kampung Setoi.
Baca juga: Detik-detik Wanita yang Tinggal di Kampung Aceh Tewas Bakar Diri, Bermula Dimintai Uang Kontrakan
Baca juga: Warga Aceh di Malaysia Kumpulkan Sumbangan RM 85.000 untuk Palestina dan RM 4.788 untuk Kebajikan
5 Korban Meninggal, 1 Masih Dicari
Penelusuran Serambinews.com, sejauh ini lima orang korban banjir bandang yang menghantam Distrik Yan Kedah.
Tiga korban ditemukan meninggal dunia segera setelah banjir bandang berlalu.
Sementara satu lainnya ditemukan dua hari kemudian, dan satu orang lagi baru ditemukan pada Minggu (22/8/2021) hari ini.
Penemuan mayat kelima ini disampaikan oleh pihak Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) melalui akun Twitter @mynadma, sore tadi.
“Alhamdulillah seorang lagi mangsa kejadian banjir kilat di Yan, Kedah telah berjaya ditemui. Usaha akan diteruskan untuk mencari seorang lagi mangsa yang masih hilang,” tulis akun tersebut.
Dua hari lalu, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menyampaikan dukanya atas tragedi banjir bandang menyusul fenomena kepala air yang terjadi di sekitar kawasan Gunung Jerai di Yan, Kedah.
Datuk Ahmad Fadil Shamsuddin, penyelenggara Bijaya Diraja Istana Negara, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (20/8/2021) mengatakan, Yang Mulia juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga dari empat korban dan berharap seluruh keluarga bersabar dan tabah dalam menghadapi cobaan dan kesedihan.
“Yang Mulia juga menyampaikan harapan dan doa agar tiga korban lagi yang diyakini masih hilang di sebuah kawasan di Titi Hayun dapat segera ditemukan dan diselamatkan,” kata Ahmad Fadil, seperti dikutip Serambinews.com dari Kantor Berita Malaysia, Bernama.
Ahmad Fadil mengatakan, Al-Sultan Abdullah juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh instansi pemerintah dan departemen yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan, termasuk warga yang terkena dampak banjir.
Yang Mulia juga berpesan kepada warga di sekitar untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan diri dan keluarga serta segera pindah ke tempat pengungsian jika diinstruksikan oleh pihak berwenang setempat.
Ahmad Fadil mengatakan Al-Sultan Abdullah juga meminta pemerintah dan organisasi non-pemerintah untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak bencana.
Dilaporkan untuk Kabupaten Yan yang terkena dampak banjir dan fenomena hulu air, telah dibuka dua Pusat Pengungsian Sementara (PPS) yaitu PPS Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Agama Yan.
Sedangkan PPS Sekolah Kebangsaan (SK) Teroi dibuka untuk rumah positif COVID-19 korban dan individu yang dikarantina.
Kedua penempatan tersebut, bagaimanapun, dipantau secara ketat oleh semua instansi berdasarkan prosedur operasi standar (SOP) yang ada.
Tiga hari lalu, Menteri Besar Kedah Muhammad Sanusi Md Nor dilaporkan telah mengatakan bahwa pemerintah negara bagian telah menyatakan Kabupaten Yan dan Kuala Muda sebagai Daerah Bencana Tingkat 1 berdasarkan Instruksi Tetap Dewan Keamanan Nasional (MKN) No. 20.(Serambinews.com/Syamsul Azman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-di-kampung-aceh-yan-kedah.jpg)