Senin, 20 April 2026

Internasional

Kepala HAM PBB Minta Taliban Hormati Hak Perempuan dan Anak Perempuan

Kepala HAM PBB, Selasa (2/48/2021) menyuarakan keprihatinan serius atas situasi di Afghanistan di bawah Taliban.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Fabrice COFFRINI
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet menyampaikan pidato pada pembukaan sesi khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB tentang Afghanistan di Jenewa, Selasa (24/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Kepala HAM PBB, Selasa (2/48/2021) menyuarakan keprihatinan serius atas situasi di Afghanistan di bawah Taliban.

Dia mendesak Taliban untuk menghormati komitmen untuk menghormati hak-hak perempuan dan anak perempuan.

“Sebuah garis merah mendasar adalah perlakuan Taliban terhadap perempuan dan anak perempuan," katanya.

"Penghormatan terhadap hak mereka atas kebebasan, kebebasan bergerak, pendidikan, ekspresi diri dan pekerjaan," tambahnya.

"Dipandu dengan norma-norma hak asasi manusia internasional,” kata Michelle Bachelet pada sesi khusus pertemuan tersebut.

Baca juga: Taliban Izinkan Sekolah dan Perguruan Tinggi Dibuka di Seluruh Negeri

Namun, bos HAM PBB itu mengatakan memiliki laporan yang kredibel tentang eksekusi Taliban

Untuk serangan yang dikatakan dilakukan terhadap warga sipil, jurnalis, aktivis dan kelompok minoritas, tetapi tidak menyebut nama Taliban.

Dewan akan mempertimbangkan rancangan resolusi, yang diajukan oleh Pakistan, yang menyuarakan keprihatinan atas laporan pelanggaran.

Tetapi, tidak akan membentuk misi pencari fakta internasional untuk menyelidiki mereka.

Sebaliknya, meminta Bachelet melaporkan kembali ke forum pada sesi Maret 2022.

Mendesak semua pihak untuk menghormati hukum hak asasi manusia termasuk "partisipasi penuh dan bermakna perempuan dan minoritas.

Baca juga: Taliban Rebut Kembali Tiga Distrik dari Milisi Afghanistan Utara

"Kami mengharapkan teks yang lebih kuat, ini sangat minimalis dan kami kecewa," kata seorang diplomat Barat kepada Reuters saat negosiasi yang memanas terus berlanjut.

Shaharzad Akbar, Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan, mengatakan kepada dewan:

"Setidaknya sesi khusus dapat dilakukan untuk menggambarkan melalui tindakan kepada warga Afghanistan, mereka tidak akan berpaling."

"Mengabaikan rancangan resolusi saat ini sebagai parodi," ujarnya.

Dia menambahkan pastikan sesi ini memiliki hasil yang kredibel dan kuat tentang Afghanistan.(*)

Baca juga: Uni Eropa Peringatkan Taliban, Tidak Akan Mengakui Rezim Baru Afghanistan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved