Breaking News:

KONI Aceh Matangkan Persiapan ke PON Papua

Menghadapi persaingan ketat di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada 2 Oktober 2021 mendatang, KONI Aceh terus mematangkan

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
M Nasir Syamaun 

BANDA ACEH - Menghadapi persaingan ketat di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada 2 Oktober 2021 mendatang, KONI Aceh terus mematangkan segala persiapan yang telah dimulai jauh-jauh hari.

Persiapan tersebut baik dari sisi pembinaan atlet secara desentralisasi dan sentralisasi sejak 2020. Selain itu, persiapan pra kompetisi menjelang dimulainya even olahraga paling bergengsi di Indonesia yang pelaksanaanya kali ini dilaksanakan di Ujung Timur Indonesia.

“Saat ini, para atlet berada pada persiapan khusus. Semua cabang sudah melewati persiapan umum. Aceh akan mengirimkan 127 atlet dari 26 cabang olahraga, baik perorangan maupun beregu,” ungkap Sekum KONI Aceh, M Nasir Syamaun MPA kepada Serambi, Senin (23/8/2021).

Berdasarkan persiapan yang sudah dilaksanakan selama dua tahun terakhir ini, sesuai arahan Ketua Umum KONI Aceh, H Muzakir Manaf, M Nasir optimis Kontingen Aceh akan mampu mencapai prestasi terbaik di ajang PON Papua. 

“Ya, target kita lebih baik dari PON Jawa Barat. Persiapan sudah matang. Kita sudah mempersiapkan diri sejak tahun 2020  lalu. Pembinaan dalam bentuk desentralisasi dan sentralisasi. Pemusatan latihan sudah dilakukan selama 16 bulan, dan kini tersisa sekitar satu bulan efektif,” papar M Nasir yang juga Ketua Umum Pengprov Ikasi Aceh.

Dalam sisa masa persiapan sekitar sebulan lagi, M Nasir mendapatkan instruksi dari Mualem—sapaan akrab H Muzakir Manaf—untuk tetap menjaga ritme persiapan para atlet agar peak performace atau performa maksimal dapat benar-benar tercapai saat berada di arena PON Papua.

Berbicara soal kendala dalam persiapan atlet dan pelatih, sejauh ini, katanya, pihaknya tidak mengalami kendala yang cukup berarti. Hanya saja, beberapa program dalam upaya meningkatkan tingkat kompetisi atlet melalui uji tanding atau try-out tidak dapat dilaksanakan karena kondisi pandemi Covid-19.

“Try-out yang sudah diprogramkan saat Pelatda, untuk uji tanding ke provinsi lain, bahkan ada yang keluar negeri tidak dapat terlaksana, karena kondisi pandemi Covid 19,” ungkap Sekum KONI Aceh.

Bahkan, awalnya direncanakan mendatangkan tiga pelatih asing untuk cabang muaythai dari Thailand. Lalu panahan dari Iran, dan taekwondo dari Korea Selatan, terpaksa harus dibatalkan. Saat ini, para atlet dari berbagai cabang olahraga ditangani oleh 47 pelatih Aceh, ditambah delapan pelatih nasional.

KONI Aceh yakin prestasi Kontingen PON Aceh akan semakin meningkat seperti PON sebelumnya. Pada PON XVIII tahun 2012 di Riau, Aceh menduduki peringkat 25 dari 33 provinsi. Selajutnya, pada PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat, prestasi Aceh langsung melejit ke rangking 17.

“Melihat persiapan para atlet, kami yakin mereka sudah siap bertempur. Semangat juang atlet juga sangat tinggi, apalagi ketika Aceh sudah mencatat sejarah perbaikan rangking dari dua kali PON sebelumnya. Insya Allah, atlet Aceh mampu mempersembahkan prestasi terbaik di PON Papua,” pungkasnya.(rel/ran)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved