Breaking News:

Seniman Teater Aceh

Seniman Teater di Aceh Sangat Mengandalkan Peran Pemerintah untuk Presentasi Karya

Berbeda dengan daerah lain, yang melibatkan banyak peran swasta. “Di Aceh kantor pusat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sana, berada di luar..

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Eddy Fitriadi
Tangkap layar video
Sebagian peserta webinar yang merupakan para seniman teater Indonesia. Seniman teater Aceh sangat mengandalkan sumber dana dari pemerintah. Peran swasta, terutama perusahaan besar yang ada di Aceh tidak bisa diharapkan, sebab sebahagian besar kantor pusat perusahaan ada di luar Aceh. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Seniman teater Aceh sangat mengandalkan sumber dana dari pemerintah. Peran swasta, terutama perusahaan besar yang ada di Aceh tidak bisa diharapkan, sebab sebahagian besar kantor pusat perusahaan ada di luar Aceh.

Seniman teater Aceh, T Zulfajri yang akrab disapa Tejo mengabarkan hal itu saat tampil sebagai penanggap dalam  webinar “Ngulik Ekosistem Seni” diselenggarakan Koalisi Seni Indonesia, Selasa (24/8/2021).

Pemapar utama webinar Harits Paramasatya, peneliti dari Koalisi Seni, memaparkan studi kasus dengan pendekatan ekologi budaya di Kota Bogor dan Makassar.

Penanggap lain Kemala Asthika, pendiri Cinema Cirebon, Direktur Festival Sinema Bahari, dan Keni Soeriaatmadja, pendiri Komunitas Sasi Kirana. Webinar dipandu  Farah Wardhani, anggota Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta.

Tejo, pendiri Seuramoe Teater Aceh menyampaikan pengalamannya mengelola pertunjukan teater di Aceh yang dinilainya sangat tergantung kepada peran pemerintah.

“Karena itu kami mengharapkan pemerintah membuka ruang-ruang untuk presentasi bagi karya-karya seniman teater. Sebab kalau ruang presentasi itu diciptakan sendiri oleh seniman, sangat sulit, terutama dari segi pendanaan,” kata Tejo.

Berbeda dengan daerah lain, yang melibatkan banyak peran swasta. “Di Aceh kantor pusat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sana, berada di luar Aceh, seperti Medan dan Jakarta,” ujarnya.

Terkait dengan keberadaan STA atau Seuramoe Teater Aceh, menurut Tejo merupakan mitra Pemerintah setempat saat akan mengirimkan kelompok teater ke luar daerah, seperti Jakarta dan lainnya. Atau sebaliknya, memfasilitasi kelompok-kelompok teater luar Aceh yang akan pentas di Aceh.

“Umpama ada undangan festival teater di Jakarta. Undangan jatuh ke dinas budaya setempat, yang kemudian berkonsultasi dengan STA untuk menyeleksi atau tidak menyeleksi teater yang akan ikut festival. Jadi kurang lebih begitu. Sebaliknya andai ada kelompok teater yang mau manggung di Aceh kita bantu fasilitasi,” ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved