Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Uni Eropa Akhirnya Siap Bantu Warga Afghanistan, Minta Jaminan dari Taliban

Uni Eropa (UE) akhirnya mengumumkan program bantuan untuk warga Afghanistan di dalam dan luar negeri.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Dewan Menteri Luar Negeri Uni Eropa menggelar persidangan di Brussels, Belgia, Selasa (16/8/2021) tentang kondisi Afghanistan. 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA- Uni Eropa (UE) akhirnya mengumumkan program bantuan untuk warga Afghanistan yang berada  di dalam dan luar negeri.

Namun UE meminta jaminan keamanan di lapangan, khususnya Taliban, selain berkoordinasi dengan PBB.

Dilansir AP, Selasa (24/8/2021), keputusan itu diambil, jelang eksekutif blok itu dan para pemimpin G7 bersiap membahas krisis di Afghanistan.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan akan meningkatkan dukungannya untuk warga Afghanistan.

Baik yang masih berada di negara itu ataupun mereka yang melarikan diri.

Disebutkan, dana yang akan dikucurkan lebih dari 200 juta euro atau $235 juta, sekitar Rp 3,4 triliun.

Baca juga: Uni Eropa Peringatkan Taliban, Tidak Akan Mengakui Rezim Baru Afghanistan

Tetapi, penyaluran bantuan akan mengalami kesulitan, karena negara dibawah kendali Taliban.

Sehingga koordinasi dengan PBB mengenai distribusinya akan sangat penting untuk menjangkau yang paling rentan, terutama perempuan dan anak perempuan.

"Kami akan membutuhkan jaminan yang sangat jelas bahwa akses yang aman ke komunitas yang terkena dampak, pergerakan aman staf kemanusiaan .. disediakan," kata seorang pejabat UE.

"Bantuan yang ditingkatkan akan datang di atas kontribusi negara-negara anggota untuk membantu rakyat Afghanistan," kata von der Leyen di Twitter.

Dia menambahkan akan mengumumkan dukungan tambahan pada pertemuan puncak pada Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Taliban Kibarkan Bendera Baru, Bendera Tiga Warna Afghanistan Menjadi Simbol Pembangkangan

Von der Leyen akan bergabung dengan para pemimpin G7 bersama dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Konferensi pers pasca-KTT dijadwalkan sekitar pukul 15:00 GMT.

Pejabat itu mengatakan prioritas pertama pertemuan itu mengkoordinasikan evakuasi warga negara asing dan orang-orang yang dianggap rentan dari bandara Kabul.

Juru bicara Komisi UE, Eric Mamer mengatakan semua staf delegasi UE dan keluarga mereka telah dievakuasi, dan hanya kehadiran inti UE yang tersisa di bandara.

Pasukan Barat pada Selasa (24/8/2021) bekerja dengan panik untuk mengeluarkan orang-orang sebelum batas waktu 31 Agustus 2021.

Saat bersamaan, Presiden AS Joe Biden menghadapi tekanan yang semakin besar.

Untuk menegosiasikan dengan Taliban, lebih banyak waktu bagi pengangkutan udara ribuan orang yang mencoba melarikan diri.

Afghanistan untuk beberapa waktu telah menjadi penerima manfaat terbesar dari bantuan pembangunan Uni Eropa.

Baca juga: Taliban Rebut Kembali Tiga Distrik dari Milisi Afghanistan Utara

Sebuah kategori yang berbeda dari bantuan kemanusiaan yang lebih mendasar.

Tetapi blok tersebut telah menangguhkan dukungan tersebut setelah pengambilalihan Taliban.

Uni Eropa akan memulai diskusi minggu ini tentang apa konsekuensi perkembangan terakhir di Afghanistan terhadap keamanan dan migrasi di blok 27 negara itu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved