Breaking News:

Ketua Komisi I Minta Pengelola Perpustakaan Harus Sesuai Disiplin Ilmu

Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad mengatakan bahwa perpustakaan berperan besar dalam membangun perubahan sosial masyarakat

Editor: bakri
For Serambinews.com
Musriadi Aswad, Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh 

BANDA ACEH – Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad mengatakan bahwa perpustakaan berperan besar dalam membangun perubahan sosial masyarakat dan juga mutu pendidikan.

Karena itu, perpustakaan harus dikelola oleh tenaga-tenaga terampil dan profesional yang memahami seluk-beluk dunia perpustakaan serta berlatar belakang sesuai dengan disiplin ilmu perpustakaan.

Hal tersebut disampaikan Musriadi dalam Webinar Internasional bertema “Perpustakaan dan Pustakawan sebagai Pilar Literasi Informasi Daerah” yang diselenggarakan oleh DPRK Banda Aceh, Senin (23/8/2021).

Selama ini, lanjutnya, permasalahan perpustakaan terutama pada sekolah- sekolah di Banda Aceh terletak pada sumber daya manusianya. Pengelolaan perpustakaan umumnya dilakukan oleh guru sehingga berdampak pada tidak maksimalnya pelayanan perpustakaan. “Pengelola perpustakaan ini harus dari lulusan sarjana perpustakaan, ke depan ini harus diatur dalam qanun. Karena ini menyangkut dengan SDM.

Sedangkan koleksi buku insyaallah sudah lumayan bagus,” katanya. Musriadi menambahkan, dalam perspektif masyarakat, semua orang bisa menjadi seorang pustakawan, padahal untuk menjadi seorang pustakawan memiliki disiplin ilmu tersendiri.

Namun demikian, dalam pengelolaan pustaka juga penting melibatkan masyarakat dan komunitas agar lebih berkembang, terutama untuk perpustakaan umum. “Misalnya organisasi profesi kepustakawanan dan lulusan jurusan Ilmu Perpustakaan di perguruan tinggi dilibatkan dalam mengambil kebijakan atau proses kerja perpustakaan,” ungkap dia.

Selama ini perpustakaan terkesan berjalan dengan sendirinya, tanpa ada kepedulian dari pemerintah dan masyarakat. “Kami menyarankan agar masyarakat dan komunitas bisa pro aktif dalam mengelola perpustakan terutama pustaka kecamatan dan pustaka gampong, mulai dari penyusunan rencana kerja, dukungan anggaran, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi rencana kerja di perpustakaan,” katanya.

Selain Musriadi, webinar ini juga menghadirkan empat narasumber lainnya, yaitu Mohd Ismail bin Abidin (Timbalan Ketua Pustakawan Bahagian Penyelidikan, Pembelajaran, dan Rujukan Perpustakaan Tun Abdul Razak University Teknologi MARA), Taufiq A Gani (Kepala Pusta Data dan Informasi Perpustakaan Nasional), Zikrayanti (aktivis perpustakaan), dan Yarmen Dinamika (Pembina Forum Aceh Menulis).(mas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved