Sehari, Lima Tokoh Aceh Meninggal Dunia
Kabar duka kembali menyelimuti provinsi ini. Selasa (24/8/2021) kemarin, lima tokoh Aceh meninggal dunia
* Ulama, Profesor, dan Tokoh Olahraga
BANDA ACEH - Kabar duka kembali menyelimuti provinsi ini. Selasa (24/8/2021) kemarin, lima tokoh Aceh meninggal dunia. Dua dari kalangan ulama, dua profesor, dan seorang lagi tokoh olahraga.
Kelima tokoh dimaksud adalah: Tgk Syekh H Marhaban Adnan yang akrab disapa Waled Marhaban Bakongan, Tgk Anwar Ahmad SHI atau Abi Blang Cut, Prof Dr H Jamaluddin Ahmad MS, Prof Dr Ridhwan bin Hanafiah, dan Ir Suryadi AK.
Waled Marhaban Bakongan meninggal dunia pada usia 71 tahun di Rumah Sakit Umum dr H Yuliddin Away di Tapaktuan, Aceh Selatan, Selasa (24/8/2021) sekitar pukul 13.00 WIB. Pimpinan Dayah Raudhatul Muna Bakongan dan juga Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh ini sempat dirawat di rumah sakit selama 10 hari karena gejala paru.
“Setelah menjalani swab dan PCR, beliau dinyatakan negatif. Saat ini dalam proses fardhu kifayah sebagaimana biasa,” ungkap Kepala Sekretariat MPU Aceh Selatan, Teuku Masrizal MSi, kemarin.
Waled Marhaban Bakongan merupakan ulama yang banyak berkiprah pada sosial kemasyarakatan. Selain mengajar agama, Waled Marhaban juga ikut terlibat dalam mendamaikan konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Republik Indonesia beberapa tahun silam.
Ulama kelahiran 24 September 1950 ini sempat beberapa kali bertemu dengan Presiden Indonesia yang keempat, Abdurahman Wahid (Gusdur) untuk membahas jalan menuju Aceh damai.
Tidak hanya itu, Waled Marhaban Bakongan juga salah satu ulama yang terlibat dalam pendirian Universitas Malikussaleh Aceh Utara pada masa Presiden Gus Dur. Juga menjadi pengajar pembinaan akhlak dosen dan pegawai dalam lingkungan universitas tersebut.
Sejak 2017, Waled Marhaban juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Tuha Peut Aceh di bawah naungan Lembaga Wali Nanggroe. Waled Marhaban juga salah seorang inisitor Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh Selatan Jaya (Asja) sekaligus Ketua Panitia CDOB Asja.
Selain Waled Marhaban Bakongan, Serambi juga menerima kabar duka dari Pidie Jaya (Pijay). Tgk Anwar Ahmad SHI atau lebih akrab disapa Abi Blang Cut meninggal dunia bakda Subuh kemarin pada usia 49 tahun. Kabar berpulangnya Abi Blang Cut begitu cepat tersebar di kalangan masyarakat Pijay.
Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) ini juga tercatat sebagai ASN di Lingkup Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Pijay, yakni sebagai penyuluh agama pada Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Meurah Dua.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Pijay, Ahmad Yani SPd, mengatakan, Tgk Anwar Ahmad merupakan sosok yang sangat baik dan dihormati dari berbagai kalangan. Apalagi pengalaman dan pengabdiannya dalam menyebarkan ilmu agama sangat tinggi. "Semoga Allah menempatkan almarhum di Surga,” ujar Ahmad Yani.
Dua Profesor
Sekira 12 jam sebelum kabar berpulangnya Waled Marhaban Bakongan, Aceh sudah terlebih dahulu kehilangan pakar ekonomi, Prof Dr H Jamaluddin Ahmad MS. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala ini meninggal dunia pada pukul 01.30 WIB, Selasa dini hari di Rumah Sakit Meuraksa, Banda Aceh.
Prof Jamaluddin yang juga mantan Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Unsyiah (1990-1991) ini juga merupakan ayahanda dari Ade Surya ST ME, Kepala Dinas Pengairan Provinsi Aceh.
Penelusuran Serambi, berita tentang berpulangnya sang guru besar ini juga disampaikan oleh Inayati Sa'aduddin di akun Facebooknya pada Selasa sekitar pukul 8.00 WIB. Inayati Sa’aduddin adalah istri dari Tarmizi A Karim, birokrat asal Aceh Utara yang pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Utara, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Aceh dan Kalimantan Selatan.
Inayati Sa’aduddin juga kakak dari Illiza Sa’aduddin Djamal, mantan Wali Kota Banda Aceh yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI asal Aceh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Satu profesor lainnya yang meninggal dunia kemarin adalah Prof Dr Ridhwan bin Hanafiah. Almarhum merupakan putra Blangkubu Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen yang bertugas sebagai Dosen di Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Jenazah almarhum dikebumikan di kampung halamannya, Desa Blangkubu.
Ir Suryadi
Sementara itu, kabar meninggalnya Ir Suryadi AK awalnya diketahui dari unggahan Instagram suami Cut Meyriska, Roger Danuarta, yang tak lain menantu dari almarhum. Mantan pemain PSAP Sigli ini meninggal dunia dalam usia 58 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli pada pukul 01.40 WIB dini hari.
Adik kandung almarhum, dr Kamaruzzaman MKes kepada Serambi, mengatakan, abangnya telah sepekan mengalami demam, batuk dan sesak nafas di rumahnya yang ada di Medan (Sumatera Utara). Atas persetujuan keluarga, Suryadi akhirnya dibawa pulang ke Sigli untuk dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.
"Namun dalam perawatan di rumah sakit, abang saya meninggal dunia. Selama delapan hari abang saya dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli," jelasnya.
Pantauan Serambi saat proses pemandian jenazah di ruang jenazah rumah sakit, sejumlah petugas tampak memakai baju hazmat, termasuk juga anak kandungnya.
Ayah dari artis Cut Meyriska ini ternyata pernah menjadi pemain dan pelatih kiper PSAP Sigli. Bahkan kiprahnya di Tim Laskar Aneuk Nanggroe sangat cemerlang. Almarhum berhasil membawa PSAP Sigli tembus ke Liga Super Indonesia (ISL) pada tahun 2011.
Seiring perjalanan waktu, almarhum Suryadi dipercayakan menjadi kiper PSAP Sigli di divisi dua sekitar 2005. Ternyata lewat sentuhan tangan dinginnya, PSAP Sigli melaju ke divisi utama sekitar tahun 2010. Kecuali itu, PSAP Sigli juga menembus ke ISL yang merupakan liga elit dibelantika sepakbola di Indonesi. Tapi, saat PSAP bermain di ISL, almarhum tidak lagi menjadi pelatih kiper.
"Saat pensiun menjadi pelatih kiper, abang saya telah berangkat ke Jakarta untuk mendampingi anaknya Cut Meyriska," kata dr Kamaruzzaman MKes.
Menurutnya, saat itu almarhum menjadi manejer dalam menangani usaha anaknya, Cut Meyriska, di Jakarta. Berita selengkapnya tentang meninggalnya kelima tokoh Aceh tersebut bisa dibaca di Serambinews.com dan Serambi on TV.(naz/mas/tz/sy/c43)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kelima-tokoh-dimaksud-adalah-tgk-syekh-h-marhaban-adnan.jpg)