Breaking News:

Salam

Patuhi Protkes, Ikut Vaksinasi, dan Berdoa

KALANGAN ulama mengajak masyarakat Aceh untuk memperbanyak zikir dan doa bersama karena serangan virus Corona di Aceh semakin mengkhawatirkan

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Tgk H Faisal Ali 

KALANGAN ulama mengajak masyarakat Aceh untuk memperbanyak zikir dan doa bersama karena serangan virus Corona di Aceh semakin mengkhawatirkan. Sejak dua hari lalu, ada tujuh kabupaten/kota yang sudah terjerembab ke zona merah yang harus melaksanakan PPKM Level 4. Sorang dokter bahkan menulis, sesuai kondisi yang ada, maka Aceh sudah sangat mengkhawatirkan.

Ia mengistilahkan, “lampu kuning Covid-19.” Data hari Rabu (25/8/2021), warga Aceh yang positif Covid-19 sebanyak 368 orang dan yang meninggal dunia 19 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh dari paparan virus tersebut hari itu sebanyak 253 orang. Dengan tambahan itu, total kasus positif Covid-19 di Aceh mencapai 31.028. Dari jumlah itu, 23.313 orang dinyatakan sembuh dan 1.352 orang meninggal dunia.

Sedangkan 6.363 orang masih dalam perawatan di berbagai rumah sakit. Menanggapi penularan Covid yang makin meluas dan mengkhawatirkan, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, Pimpinan Dayah Ummul Ayman, Samalanga (Bireuen), Tgk H Nuruzzahri (Waled Nu), dan Abu Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Tgk H Farmadi ZA Msc.Tgk H Faisal Ali, mengimbau masyarakat Aceh untuk membiasakan dan memperbanyak bacaan qunut nazilah dalam setiap pelaksanaan shalat fardhu dan doa tolak bala pada setiap kegiatan dengan tentu saja mematuhi protokol kesehatan (protkes).

“Termasuk mengikuti vaksin secara bersama-sama agar terciptanya herd imunity (kekebalan kelompok-red) di masyarakat.” Ia pun meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota untuk selalu mengedukasi masyarakat agar mau menjalankan protkes. “Keikhlasan merupakan kunci motivasi untuk suatu pekerjaan. Mencegah harus lebih kita utamakan karena problem pelayanan dalam kondisi dharurah pandemi Covid-19.”

Tgk H Nuruzzahri, mengajak masyarakat untuk sama-sama melakukan zikir dan doa bersama seusai shalat Magrib di meunasah, masjid, balai pengajian, maupun di rumah masing-masing. “Mari kita meminta pertolongan kepada Allah SWT agar wabah ini segera menjauh dari Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.” Menurut Waled Nu, usaha itu harus segera dilakukan secara terus menerus mengingat penyebaran virus Corona di Aceh makin meluas dan mengkhawatirkan. Ia mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Jumlah orang yang sakit dan meninggal dunia karena positif Covid-19 semakin banyak. Bahkan beberapa rumah sakit sebagian besar pasiennya adalah warga yang positif Covid-19.” Tgk H Farmadi ZA MSc, meminta pemerintah untuk mengumumkan Shalatan (Shalat Taubat Nasional). Menurutnya, Covid-19 adalah bagian teguran dari Allah SWT terhadap manusia yang mungkin selama ini sudah banyak kesalahan.

“Maka, sudah sepatutnya pula kita meminta ampun dan pertolangan kepada Allah SWT agar Covid ini segera berakhir.” Dr dr Safrizal Rahman MKes SpOT, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Propinsi Aceh yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) menulis, “Aceh hari ini lampu kuning “Tsunami Covid- 19”. Banyak rekor Covid Aceh terpecahkan pada lonjakan kali ini, mulai kasus harian mencapai 451, diikuti 30 kematian per hari, berbilang tokoh Aceh berpulang di bulan Agustus ini, ruang dan IGD pinere dipenuhi dengan pasien, bahkan beberapa pasien Covid hanya mendapatkan velbed sebagai tempat rawat. Kondisi tambah mengkhawatirkan karena angka positively rate kita mencapai 40%.

Bahkan, laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Aceh menyatakan kasus covid anak di Tanah Rencong sangat tinggi, bahkan dalam kurun tahun 2021 ada 23 kematian anak terpapar Covid, demikian juga kematian ibu hamil dengan covid yang beranjak naik. Apalagi secara resmi diumumkan bahwa varian Delta sudah hadir di Aceh, hingga Kota Banda Aceh sendiri sebagai penyumbang kasus terbanyak memberlakukan PPKM level 4. Sekali lagi, kondisi Aceh lampu kuning.

” Pesan penting dari para ulama dan dokter tadi adalah, bahwa kita harus banyak berdoa, menjaga kesehatan, mematuhi protkes, serta ikut vaksinasi Covid. Inlah antara lain usaha penting agar virus Corona yang sudah merenggut hampir 1.500 nyawa di Aceh ini bisa segera berlalu. Aamiin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved