Breaking News:

Internasional

Swedia Akhiri Evakuasi Warganya dari Afghanistan, Staf Kedutaan Sampai Militer

Pemerintah Swedia, Jumat (27/8/2021) mengatakan telah mengakhiri evakuasinya dari Kabul, Afghanistan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri Swedia, Ann Linde 

SERAMBINEWS.COM, STOCKHOLM - Pemerintah Swedia, Jumat (27/8/2021) mengatakan telah mengakhiri evakuasinya dari Kabul, Afghanistan.

Swedia telah menerbangkan lebih dari 1.100 orang setelah pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban.

Mereka yang dievakuasi termasuk pegawai kedutaan dan keluarga mereka, penjaga lokal dan keluarga mereka.

Termasuk anggota angkatan bersenjata dan 500 orang Swedia, kata Menteri Luar Negeri Swedia, Ann Linde.

Selain itu, Swedia juga mengevakuasi aktivis hak-hak perempuan, jurnalis dan karyawan Uni Eropa.

Tetapi Swedia tidak dapat membantu semua orang yang ada dalam daftar Swedia , terdiri dari orang-orang yang mencari bantuan untuk melarikan diri dari negara itu.

Baca juga: Pemimpin Perlawanan Afghanistan Bersumpah, Tidak Akan Menyerah ke Taliban

“Kondisi yang sangat sulit dan berisiko membuat kami tidak dapat mengevakuasi lebih banyak orang Swedia dan karyawan lokal,” kata Linde kepada wartawan.

Baik Linde maupun Kepala Badan Migrasi Swedia, Mikael Ribbenvik, mengatakan pengangkutan udara telah berakhir.

Namuna, negara Skandinavia itu akan terus berusaha membantu orang-orang yang terkait dengan Swedia untuk meninggalkan negara itu.

Sementara itu negara tetangga Norwegia, yang mengumumkan mengakhiri evakuasinya mengatakan pada Jumat (27/8/2021), 128 orang telah mendarat di Oslo.

Sehingga jumlah yang diterbangkan oleh negara itu menjadi 1.098 orang.

Baca juga: Buntut Bom Kabul Afghanistan, Trump Kecam Joe Biden, Partai Republik Desak Presiden AS Dimakzulkan

Sebuah pesawat terakhir tiba di Norwegia pada Jumat (27/8/2021).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Jumat (27/8/2021) menyerukan upaya lebih cepat.

Khususnya, membantu memfasilitasi pembentukan pemerintah inklusif di Afghanistan menyusul serangan di bandara Kabul.

Lavrov berbicara pada konferensi pers di Roma, Italia.(*)

Baca juga: AS dan Inggris Desak Warga Afghanistan Tinggalkan Bandara Kabul, Ancaman ISIS Semakin Meningkat

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved