Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Bantah Dihentikan Satpol PP, Musisi Kafe di Aceh Tamiang Juga Keberatan Disebut Penyebab Zona Merah

Musisi yang tampil di Awak Kopi membantah aksi panggung mereka dihentikan oleh Satpol PP dan WH Aceh Tamiang

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
DOK SATPOL PP/WH ACEH TAMIANG
Satpol PP dan WH Aceh Tamiang membubarkan pertunjukan live music yang dilangsungkan kafe di Karangbaru, Tamiang, Selasa (25/8/2021) malam. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Musisi yang tampil di Awak Kopi membantah aksi panggung mereka dihentikan oleh Satpol PP dan WH Aceh Tamiang.

Bantahan ini disampaikan Asmarina Octifach, salah satu musisi yang ikut menyemarakan live music di Awak Kopi pada Selasa (24/8/2021) malam lalu.

“Tidak ada dihentikan, apalagi dibubarkan. Satpol PP cuma datang, setelah itu pergi,” kata Ririn, sapaannya, Sabtu (28/8/2021).

Ririn menyatakan aksi panggung mereka bukan sekadar hiburan, melainkan mengusung misi penggalangan dana untuk penderita kanker.

Baca juga: Lhokseumawe Zona Merah, Meninggal Akibat Covid-19 Nyaris Tiap Hari Terus Bertambah, Ini Grafiknya

Selain menampilkan live music, charity malam itu diisi pula dengan pembacaan puisi.

Aksi ini pun diakuinya sudah mendapat izin dari datok penghulu setempat.

“Susunan acaranya sudah jelas, jam sepuluh malam kami selesai. Jadi tanpa didatangi Satpol PP pun, kami sudah sepakat selesai jam 10,” ujarnya.

Pihaknya juga keberatan bila aksi amal mereka dituding sebagai pemicu meningkatnya status Covid-19 di Aceh Tamiang menjadi zona merah.

Bahkan dia menantang petugas untuk membuktikan tudingan ini melalui prosedur yang tepat.

Baca juga: Angka tidak Melanjutkan Sekolah di Aceh Tamiang Disebut Tinggi, Mahasiswa Minta Klarifikasi

“Kami dituding sebagai penyebab zona merah, ini dasarnya apa. Sama sekali orang yang hadir di acara itu tidak ada yang diswab,” sambungnya.

Diketahui Satpol PP  dan WH Aceh Tamiang menghentikan pertunjukan live music yang dilangsungkan dua kafe di Karangbaru, Aceh Tamiang, Selasa (24/8/2021) malam.

Kabid Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh Tamiang, Syahrir Pua Lapu mengungkapkan penertiban ini didasari Surat Edaran Bupati Aceh Tamiang Nomor: 180/5320 tanggal 10 September 2019 tentang Pelaksanaan Syariat Islam.

Baca juga: BNPB Pusat Bantu 1,5 Juta Masker dan 2 Mesin PCR untuk Aceh

Pada poin 1 huruf c  menjelaskan aturan bagi masyarakat umum, pemilik kafe/restoran/rumah makan/hotel dilarang mengadakan keyboard, band, karaoke dan sejenisnya tanpa ada izin dari yang berwewenang.

“Dalam hal ini datok penghulu bukan pihak yang berwenang, makanya kami menyayangkan ada pengelola kafe yang menunjukan surat izin dari datok penghulu,” kata Syahrir mewakili Satpol PP dan WH Aceh Tamiang, Asmai.

Meski tidak berkaitan dengan Satgas Penangnan Covid-19, Syahrir berharap masyarakat tetap menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan berkerumunan karena rentan memicu penyebaran Covid-19. (*)

Baca juga: Pasangan Mesum dan Mucikari Ditangkap di Meulaboh, Ini Tarifnya dan Ada Kondom Bekas Pakai

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved