Breaking News:

Salam

Harus Genjot Vaksinasi dan Kampanye Protkes

Satgas Penanganan Covid-19 Nasional meminta pemerintah di Aceh supaya mengambil langkah-langkah penting mengingat kasus baru Covid-19

Editor: bakri
DOK/Satgas Covid
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. 

Satgas Penanganan Covid-19 Nasional meminta pemerintah di Aceh supaya mengambil langkah-langkah penting mengingat kasus baru Covid-19 Aceh terus meningkat tajam. Yang lebih mencemaskan lagi, angka kesembuhan menurun sedangkan angka kematian meningkat hingga pernah mencapai 30 orang perhari.

"Untuk itu, sekali lagi saya ingatkan penting untuk setiap pimpinan daerah membaca data, tidak hanya perkembangan secara umum. Kondisi detail seperti positivity rate, selisih kasus mingguan, serta jumlah kasus aktifnya harus diketahui,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito yang dua hari lalu secara khusus menyoroti perkembangan Covid di Aceh.

Perkembangan di Aceh, positivity rate-nya yang tertinggi mencapai 51,55 persen. Aceh juga menjadi satu-satunya provinsi yang masih mengalami kenaikan kasus Covid-19 mingguan, yaitu naik 429 kasus dibandingkan minggu sebelumnya. Sedangkan dari sisi kesembuhan menurun sebesar 1.291 kasus, kematian mengalami kenaikan 35 kasus, dan kasus aktifnya juga masih mengalami kenaikan 1.067 kasus. Selain itu, tingkat keterisian tempat tidur  (BOR) di Aceh juga meningkat dibandingkan minggu sebelumnya, dari 56 persen naik menjadi 59 persen. 

Sebagai catatan, posko yang telah terbentuk di Aceh sudah mencapai 68,5 persen dari total desa/kelurahan di daerahnya dengan 66,03 persen posko sudah melaporkan kinerjanya. Namun, kinerja posko yang paling tinggi dilaporkan adalah Edukasi dan Sosialisasi 3M (18 ribu laporan), sedangkan kinerja penting lainnya seperti menegur dan membubarkan kerumunan masih terbilang rendah.

Dengan masih adanya kenaikan kasus positif dan kematian, serta penurunan kesembuhan, maka kinerja posko perlu untuk dievaluasi dan terus diperbaiki agar fungsi yang dijalankan dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan kasus di Aceh.  Kesembuhan yang masih menunjukkan penurunan juga perlu ditingkatkan lagi dengan memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tersedia dengan baik dan mudah diakses.  BOR yang masih tinggi juga dapat menyebabkan pasien terlambat ditangani dan meningkatkan kematian. Untuk itu, BOR yang tinggi perlu segera ditekan dengan mengonversi tempat tidur di RS rujukan, dan memaksimalkan pemanfaatan tempat isolasi terpusat. Sebisa mungkin pasien positif tidak melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dalam upaya meningkatkan penanganan, maka pemerintah daerah, terutama Aceh perlu melakukan beberapa langkah penanganan. Pertama, memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat terutama Kementerian Kesehatan terkait sinkronisasi data, dan pastikan data yang terlaporkan sesuai dengan pencatatan daerah. Kedua, terus meningkatkan jumlah pemeriksaan di wilayahnya. Positivity rate yang tinggi dapat terjadi karena jumlah testing yang rendah. Upayakan agar dapat mencapai standar WHO, yaitu 1:1000 populasi per minggu. Ketiga, tekan jumlah kasus positif dengan meningkatkan pengawasan protokol kesehatan, serta pengaturan kegiatan sosial-ekonomi masyarakat.

Kita melihat jelas sekali petunjuk untuk bagaimana Aceh mengantisipasi virus Corono yang masih mengganas di Aceh. Memang, dua hari lalu Rumah Sakit  Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dan beberapa rumah sakit rujukan lainnya sudah menambah tempat tidur dan ruangan untuk secara khusus merawat pasien Covid. Akan tetapi, langkah pencegahan diingatkan harus juga ditingkatkan secara tegas. Sebab, menambah ruang rawat dan meningkatkan vaksinasi tanpa mengingatkan masyarkat untuk patuh pada protokol, akan sangat sulit bagi Aceh untuk keluar dari cengkeraman virus Corona. Padahal, daerah lain saat ini sedang bersiap-siap bahkan ada yang sudah membuka sekolah untuk tatap muka.

Singkatnya, langkah penting yang harus dilakukan Aceh saat ini adalah menggenjot vaksinasi serta meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved