Pemerintah Aceh Genjot Vaksinasi, 65 Ribu Orang Sudah Disuntik
Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan, para vaksinator bekerja ekstra
BANDA ACEH - Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan, para vaksinator bekerja ekstra untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 bagi masyarakat Aceh. Hingga hari ke-49 pelaksanaan vaksinasi massal tahap ke dua, sebanyak 65.514 ribu orang sudah disuntik.
“Alhamdulillah para vaksinator terus bekerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Iswanto dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat (27/8/2021).
"Penghargaan terbesar bagi mereka. Mereka juga pahlawan kemanusiaan dalam menanggulangi covid ini," kata Iswanto.
Pada hari ke-49 vaksinasi massal yang digelar di Banda Aceh Convention Hall, sebanyak 599 orang dilaporkan disuntik vaksin Covid-19. Koordinator vaksinasi massal Pemerintah Aceh yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr Iman Murahman, merinci, sebanyak 296 disuntik vaksin dosis 2, dan 275 disuntik vaksin dosis 1. Sementara 30 lainnya disuntik vaksin tahap ketiga yang dilaksanakan kepada tenaga kesehatan sebanyak 28 orang, dan 2 orang lagi harus ditunda sementara waktu. Vaksinasi hari ini juga mulai didominasi para mahasiswa yang akan wisuda terutama di UIN.
"Dengan bertambahnya 599 orang yang divaksin pada vaksinasi hari ke 49 tahap kedua ini, sampai hari ini tercatat sebanyak 65.514 orang yang telah divaksin," kata dr Iman.
Lanjut, Muhammad Iswanto yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh mengatakan, antusiasme masyarakat disuntik vaksin masih tinggi. Hal itu menandai bahwa masyarakat percaya akan adanya covid-19 dan salah satu ikhtiar menghilangkan covid adalah dengan cara vaksinasi. Mereka atau masyarakat yakin sepenuhnya vaksin yang digunakan aman dan halal.
Iswanto menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi tersebut didukung penuh oleh para vaksinator dari RSUZA, Rumah Sakit Ibu dan Anak, Rumah Sakit Jiwa Aceh, Rumah Sakit Kodam Iskandar Muda dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh.
Atas nama Satgas Covid Aceh, Iswanto mengapresiasi para vaksinator dan seluruh Satgas Kabupaten/Kota atas semua usaha vaksinasi yang terus berjalan. "Usaha bersama vaksinasi ini bagian dari ikhtiar kita melawan dan memutuskan mata rantai Covid-19 di Aceh," kata Iswanto.
Berdasarkan data kasus pasien terkonfirmasi virus corona (Covid-19) di Satgas Covid-19 Aceh Besar, Jumat (27/8/2021), terjadi penambahan 68 warga yang terpapar dan tiga orang meninggal dunia. Dengan begitu, jumlah warga yang terpapar Covid-19 di kabupaten yang berbatasan dengan Kota Banda Aceh itu menjadi 4.842 orang dan meninggal 256 orang.
"Kasus Pasien Positif Covid-19 hari ini bertambah 68 orang dan meninggal dunia bertambah 3 orang, " ujar Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Anita SKM MKes, kepada Serambi, kemarin.
Dia mengimbau masyarakat agar disiplin memakai masker ketika keluar rumah, menjaga jarak serta menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun.
Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman MKes mengatakan, membludaknya pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Besar dan daerah lainnya, karena disiplin mengikuti protokol kesehatan (Protkes) Covid-19 belum maksimal. Makanya, perlu tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Besar gencarkan razia Protkes Covid-19 di pusat Pasaran, warkop dan pusat keramaian lainnya.
Selama ini, kita menilai masih lemahnya pengawasan dalam menerapkan Protkes Covid-19 dan juga posko PPKM Gampong saja tidak mampu diaktifkan. Padahal, dengan aktifnya Posko PPKM Gampong ini akan lebih mudah mendeteksi dini penyakit virus corona dan mendata warga yang melakukan aktivitas ke luar daerah," ujar Nasrul Zaman Mkes.(dan/as)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mantan-ketua-dpra-hasbi-abdullah-kiri-sedang-diskr.jpg)