Breaking News:

Berita Internasional

Kematian Akibat Serangan Covid-19 Bisa Bertambah 236.000 Orang, WHO Ingatkan Negara-negara di Eropa

Infeksi dan kematian meningkat lagi di Eropa, terutama di negara-negara miskin di wilayah Balkan, Kaukasus, dan Asia Tengah.

Editor: Ibrahim Aji
AFP/Jonathan Nackstrand
Swedia 

Infeksi dan kematian meningkat lagi di Eropa, terutama di negara-negara miskin di wilayah Balkan, Kaukasus, dan Asia Tengah.

SERAMBINEWS.COM, KOPENHAGEN - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara Eropa soal ancaman Covid-19 yang masih terbuka.

Alarm itu dibunyikan WHO menyusul terjadinya peningkatan infeksi dan stagnasi tingkat vaksin di ‘Benua Biru’.

WHO menyatakan, 236.000 orang lainnya bisa meninggal akibat serangan Covid-19 di Eropa pada 1 Desember 2021.

Peringatan itu datang ketika dunia melewati tonggak suram 4,5 juta kematian akibat Covid-19 sejak awal pandemi, menurut penghitungan AFP, Senin (30/8/2021), seperti dikutip Channel News Asia.

Tingkat infeksi virus corona baru meningkat secara global karena varian Delta yang sangat menular terjadi, terutama di antara yang tidak divaksinasi, memangsa populasi di mana tindakan anti-virus telah dilonggarkan.

Baca juga: VIDEO - Tujuh Wanita Muda Kedapatan Saat Pesta Miras di Sebuah Cafe Kawasan Meuraxa Banda Aceh

Baca juga: Polisi Israel Tertembak di Kepala Meninggal Dunia, Seusai Dirawat Intensif di Rumah Sakit

Direktur WHO Eropa Hans Kluge mengatakan pada Senin, infeksi dan kematian meningkat lagi di Eropa, terutama di negara-negara miskin di wilayah Balkan, Kaukasus, dan Asia Tengah.

"Pekan lalu, ada peningkatan 11 persen dalam jumlah kematian di kawasan itu. Satu proyeksi yang bisa diandalkan memperkirakan 236.000 kematian di Eropa pada 1 Desember," katanya.

Eropa telah mencatat sekitar 1,3 juta kematian akibat Covid-19 hingga saat ini.

Dari 53 negara anggota WHO Eropa, 33 di antaranya memiliki peningkatan angka kematian lebih besar dari 10 persen dalam dua minggu terakhir, Kluge mengungkapkan, sebagian besar di negara-negara miskin.

Baca juga: Wanita Afghanistan Tetap Ingin Kabur, Hidup Dibawah Taliban Masih Berbahaya

Baca juga: Presiden Joe Biden Kembali Keluarkan Perintah, Militer Dapat Lakukan Apapun di Afghanistan

"Tingkat penularan yang tinggi di seluruh benua sangat mengkhawatirkan, terutama mengingat rendahnya pengambilan vaksinasi pada populasi prioritas di sejumlah negara," ungkap Klunge.

Kluge menyebutkan, varian Delta menjadi penyebab bersama dengan "pelonggaran berlebihan" dari pembatasan untuk membendung penyebaran virus corona dan lonjakan perjalanan musim panas.(*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul "WHO: Dalam 3 bulan, kematian akibat Covid-19 di Eropa bisa bertambah 236.000 orang"

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved