Breaking News:

Berita Aceh Barat

Puluhan Pekerja Truk Angkut Sampah di Meulaboh Mogok Kerja

Akibat adanya pembangunan kolam sampah, kondisi jalan berlumpur sehingga sangat menyulitkan armada sampah melintas.

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Puluhan truk pengangkut sampah menumpuk di Workshop DLH di kawasan Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, akibat belum bisa melintas ke TPA Mata Ie Meureubo, Kamis (2/8/2021) siang. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Puluhan truk pengangkut sampah sejak dua hari terakhir mogok tidak bisa melakukan aktivitas pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan AKhir (TPA) di Mata Ie, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Bara, hingga Kamis (2/9/2021) siang, akibat medan jalan berlumpur.

Kondisi tersebut diperparah dengan akses medan jalan yang sedang dilakukan pengerjaan pembangunan TPA dari APBN yang di lokasi tersebut, bahkan kendaraan truk angkutan sering dihadapi masalah di daerah tersebut.

Para sopir mengeluhkan akibat pihak rekanan diduga tidak mengerti akan kepentingan masyarakat supaya sampah jangan menumpuk di Meulaboh dengan adanya hambatan di daerah tersebut seperti adanya bentangan material di jalan akses tersebut.

Proyek pembuatan kolam sampah salah satu penyebab terjadinya hambatan terhadap akses kendaraan yang mengangkut sampah ke daerah tersebut, sehingga saat terjadi hujan akses jalan yang berlumpur menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas karena jalan satu jalur tersebut pihak rekanan juga menggunakan akses jalan itu.

Sementara sampah yang sudah dimuat kedalam truk tidak bisa dilakukan pembuangan ke TPA, dan kondisi tersebut menyebabkan puluhan truk menumpuk di kawasan Desa Lapang, hingga Kamis (2/9/2021) siang.

“Kami berharap pihak rekanan dapat memperlancar arus kendaraan pengangkut sampah, jangan terkendala lagi seperti sudah kami rasakan selama ini yang terjadi berulang kali ulah dari pihak rekanan,” kata Ilham, salah satu sopir pengangkut sampah didampingi sejumlah sopir truk sampah lainnya saat ditemui Serambi, Kamis (2/9/2021) di Lapang.

Baca juga: Longsor di Lintas Blangkejeren-Takengon, Arus Transportasi Sempat Dialihkan

Baca juga: Pengantin Baru Tenggelam saat Mandi di Sungai, Ibu Menunggu sampai Jasad Anaknya Diangkat

Baca juga: Dukun Gadungan Cabuli Gadis 17 Tahun 19 Kali, Korban Hamil Lima Bulan, Berawal Minta Dipijat

Lokasi pembangunan kolam sampah di daerah Mata Ie, Meureubo ditambah dengan kondisi medan jalan yang berlumpur sangat menyulitkan armada sampah melintas, di samping jalan akses ke lokasi tersebut juga digunakan oleh kendaran proyek di TPA itu.

Disebutkan, kondisi tersebut menyebabkan sampah-sampah di perkotaan Meulaboh tidak bisa terangkut selama dua hari, sedangkan truk angkutan yang menumpuk di Workshop DLH kawasan Lapang selama dua hari berisi muatan sampah tidak bisa berbuat banyak.

Menjelang Kamis sore puluhan kendaraan bergerak lagi ke lokasi TPA dengan membawa mutan sampah dilaporkan harus antri panjang. kendaraan masuk satu persatu ke lokasi untuk membuang sampah di TPA tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat, Bukhari kepada Serambinews.com, Kami (2/9/2021) mengatakan, terkait akses pengangkutan sampah saat ini tidak ada kendala lagi.

Truk pembuangan sampah yang sempat tidak bisa melintas pada Rabu (1/9/2021) itu karena medan jalan yang berlumpur membuat kendaraan tidak bisa melintas ditambah alat berat sudang mengalami kerusakan.

“Tiga unit alat berat kita ketiganya rusak, sehingga saat musim hujan yang disertai lumpur yang menyebabkan truk angkutan tidak bisa melintas,” kata Bukhari.

Ia menambahkan, pada Kamis pihaknya telah memerintah para sopir untuk terus ke lokasi untuk membuang sampah, dan dengan rusaknya alat berat milik DLH maka diminta bantu pada pihak rekanan untuk mengatasi pengangkutan sampah di medan jalan tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved