Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Warga Garap Lahan Perusahaan, Ini Penjelasan Kepala Pertanahan Aceh Singkil

"Meskipun lokasi yang digarap oleh masyarakat Ketapang Indah berdasarkan data yang ada di Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil terindikasi...

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Warga Garap Lahan Perusahaan, Ini Penjelasan Kepala Pertanahan Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil, Muhammad Reza ST MSi.

"Meskipun lokasi yang digarap oleh masyarakat Ketapang Indah berdasarkan data yang ada di Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil terindikasi berada di dalam Sertifikat HGU  PT Nafasindo. Namun untuk memastikannya, haruslah terlebih dahulu melakukan plotting data lapangan pada peta yang telah menjadi produk dari Kementerian ATR/BPN yang dalam hal ini adalah Kantor wilayah BPN Provinsi Aceh serta Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil," kata Reza.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Sejumlah warga Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, garap lahan yang disinyalir masuk dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan kelapa sawit PT Nafasindo. 

Tepatnya, di pinggir Jalan Mitigasi Bencana Gor Kasim Tagok, Singkil Utara-Sebatang, Gunung Meriah. 

Warga beralasan, lahan tersebut miliknya berdasarkan bukti surat keterangan tanah (SKT).

Namun belum diganti rugi perusahaan, sehingga kembali menggarapnya.

Kendati, sudah ada tanaman kelapa sawit perusahaan.

Kepala Kantor Pertanahan Aceh Singkil, Muhammad Reza, ST, MSi menanggapi persoalan tersebut, Kamis (2/9/2021) mengatakan, di Desa Ketapang Indah terdapat Sertifikat HGU Nomor: 23 tahun 2019 dengan Nomor SU: 23/2019 dan NIB 00103 seluas 3.015,54 Ha dan Sertipikat HGU Nomor: 27 tahun 2019 dengan Nomor SU: 27/2019 dan NIB 00112 seluas 847,55 Ha atas nama PT Nafasindo.

Namun untuk memastikan lahan yang digarap warga masuk HGU perusahaan atau tidak, terlebih dahulu harus diketahui lokasinya secara pasti letak atau posisi lahan yang dimaksud.

Baca juga: Pemekaran Wilayah Bisa Jadi Pemicu Utama Sengketa Tanah

"Meskipun lokasi yang digarap oleh masyarakat Ketapang Indah berdasarkan data yang ada di Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil terindikasi berada di dalam Sertifikat HGU  PT Nafasindo. Namun untuk memastikannya, haruslah terlebih dahulu melakukan plotting data lapangan pada peta yang telah menjadi produk dari Kementerian ATR/BPN yang dalam hal ini adalah Kantor wilayah BPN Provinsi Aceh serta Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil," kata Reza.

Pada bagian lain Reza mengungkapkan, sebahagian dari sertifikat HGU tersebut telah dienclave (dikeluarkan) selebar 30 meter dan sepanjang 5.000 meter atau 5 Kilometer.

Areal yang dikelurkan dari HGU mengikuti fisik badan jalan.

"Badan jalan lebarnya 8 meter ditambah parit di kiri-kanan jalan masing-masing berukuran 2 meter," ungkapnya.

Reza berharap, informasi yang disampaikan pihaknya dapat mengedukasi para pihak agar memahami duduk persoalan yang sebenarnya. 

"Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Singkil tidak memiliki wewenang dan otoritas dalam menyelesaikan sengketa, konflik, maupun perkara pertanahan. Namun hanyalah mencatat dan memberikan data legalitas, akan bidang tanah yang telah didaftarkan pada Kantor Pertanahan," demikian Reza yang baru bertugas di Aceh Singkil sekitar tiga pekan.(*)

Baca juga: DPRK Nagan Raya Panggil Pihak PT Fajar Baizury, Soal Sengketa Lahan dengan Warga

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved