Breaking News:

Info Kota Sabang

Pemko Sabang Selenggarakan Musrenbang Tematik Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Angka kemiskinan di Kota Sabang sampai dengan tahun 2020 mengalami penurunan.

Editor: IKL
Prokopim Setda Kota Sabang
Kepala Bappeda Kota Sabang, Faisal Azwar bersama Kepala Bappeda Aceh, T. Ahmad Dadek dan Kepala BPS Aceh, Oriza Santifa saat menjadi narasumber pada Musrenbang Tematik yang berlangsung Aula Bappeda Kota Sabang, Jumat (3/9/2021). 

Pemko Sabang Selenggarakan Musrenbang Tematik Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Angka kemiskinan di Kota Sabang sampai dengan tahun 2020 mengalami penurunan. Tercatat, pada tahun 2017 angka kemiskinan di Kota Sabang berada di angka 17,66%, namun pada tahun 2020 berhasil turun menjadi 14,94%. Bahkan Indek Pembangunan Manusia di Kota Sabang saat ini sangat baik, yakni 75,8%, dan itu masih lebih baik dari rata-rata IPM di Aceh dan Nasional.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Kota Sabang, Faisal Azwar, ST. MT pada Musrenbang Tematik terkait percepatan penanggulangan kemiskinan di Kota Sabang yang berlangsung di Aula Bappeda Kota Sabang.

Faisal mengatakan, meski mengalami penurunan, namun masih diperlukan strategi dan langkah percepatan penurunan angka kemiskinan di Kota Sabang agar lebih signifikan lagi kedepannya.

"Untuk mencapai hasil tersebut, ada beberapa strategi penanggulangan yang kami lakukan, diantaranya mengurangi beban masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi biaya transaksi ekonomi, meningkat kualitas SDM, menjaga stabilitas pangan, dan mengatasi dampak bencana," kata Faisal Azwar, Jumat (3/9/2021).

Faisal juga menjelaskan, sejauh ini Pemerintah Kota Sabang telah mengalokasikan anggaran yang menyentuh langsung kepada masyarakat, seperti program mengurangi beban pengeluaran masyarakat, dana pendidikan dari tingkat dasar, menengah serta perguruan tinggi.

Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk biaya penyediaan pola ketersediaan gizi layanan Kesehatan bagi anak umur 0-6 tahun melalui program Geunaseh, biaya beban rekening listrik dan gas elpiji bagi masyarakat yang kurang mampu, dan bantuan sosial lainnya.

"Kemudian untuk program peningkatan pendapatan masyarakat dan stabilitas pangan, kami telah menggarap lahan pertanian yang terlantar untuk pengembangan produksi cabe merah, bawang merah, padi gogo, jagung, ketela, dan komoditi perkebunan lainnya, serta bantuan pemberdayaan masyarakat baik di bidang pertanian dan perikanan serta Perindag dan UKM," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki, yakni waktu pelaksanaan kegiatan yang masih belum cepat dalam realisasinya.

"Makanya hari ini, kita duduk bersama selain membahas terkait percepatan penanggulangan kemiskinan, juga menyepakati komitmen percepatan realisasi program penanggulangan kemiskinan ini agar tepat waktu dan tepat sasaran” harapnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved