Breaking News:

Kisah Inspiratif

Dapat Inspirasi saat Tidur di Kamar Direktur Sekolah, Imam Arif Bulatkan Tekad Merantau ke Australia

Imam Arif Munawar (28), merupakan seorang putra kebanggan Aceh asal Pidie yang kini berkarier di Australia.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Imam Arif Munawar (28), merupakan seorang putra kebanggan Aceh asal Pidie yang kini berkarier di Australia. 

"Saya gali terus informasi tentang apa saja yang harus dipersiapkan, karena syaratnya itu tidak terlalu berat bagi saya, karena syarat bahasa Inggrisnya IELTS itu 4,5 paling minimalnya, jadi menurut Imam Inya Allah bisalah untuk kerja di sana," pungkasnya.

Baca juga: Kisah Inspiratif, Penjual Somai di Aceh Timur Daftar Haji Gunakan Uang Receh

Ia memulai kehidupan di Australia pada tahun 2017, sampai di sana ia pertama sekali bekerja di perusahaan kayu yang dan berpindah-pindah bekerja hingga akhirnya menetap di perusahaan pemotongan sapi halal.

Profil Imam Arif Munawar

Imam Arif Munawar lahir di Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie pada 20 Maret 1993.

Beliau merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Imam Arif Munawar menamatkan pendidikan di SD 5 Sigli, MTsN Sigli dan SMA Sukma Bangsa Pidie.

Lahir dari pasangan H Muhelmi dengan Hj Elyana, Imam Arif Munawar juga telah selesai menamatkan pendidikannya hingga S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK).

Tak hanya Imam, keempat saudara kandungnya juga berhasil menempuh pendidikan hingga Strata 1.

Imam memiliki dua orang kakak yakni Emilia Sari (Dokter), Andi Rizqal (Wira Usaha) dan kedua adiknya Imam Arif Munandar dan Lisa Maulidina sama-sama berprofesi sebagai guru.

Baca juga: Kisah Inspiratif Pemuda Aceh di Wuhan Membakar Semangat Melawan Wabah Corona di Indonesia

Saat ini, Imam Arif Munawar telah 3 tahun berada di negara dengan julukan kangguru itu.

Di perusahaan tempat ia bekerja, Imam menduduki jabatan sebagai seorang supervisor untuk memastikan daging-daging yang diproduksi halal.

Daging-daging dari perusahaan tempat ia bekerja nantinya akan diekspor ke negera-negara yang memesan daging halal dan higienis. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Baca juga berita lainnya

Baca juga: Apakah Sah Sholat Orang Mualaf yang Belum Dikhitan? Ini Jawaban Buya Yahya

Baca juga: Batal Lawan Persebaya Surabaya, Punggawa PON Aceh Ditunggu Tiga Tim, Latihan Pindah ke Jawa Timur

Baca juga: Inflasi Tetap Terkendali di Tengah Mulai Meningkatnya Demand Sektor Manufaktur

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved