Breaking News:

Konservasi Perairan

Langgar Izin dan Aturan Penangkapan Ikan, Dua Boat Pukat Ditangkap di Perairan Aceh Timur

Kedua boat itu kedapatan menangkap ikan di area di bawah 20 mil perairan Peureulak, dengan menggunakan alat tangkap trawl yang dilengkapi rantai.

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Boat KM Lasmana dan KM Budi Jaya yang ditangkap di perairan Aceh Timur karena diduga melakukan pelanggaran penggunaan alat tangkap berupa trawl, kini diamankan di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Sabtu (4/9/2021) 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dua unit boat pukat/trawl dengan nama KM Lasmana (GT 20) dan KM Budi Jaya (GT 7) ditangkap pada Jumat (3/9/2021) menjelang siang oleh petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang berpatroli menggunakan kapal KP Hiu 08.

Kedua boat pukat/trawl itu kedapatan menangkap ikan di area di bawah 20 mil perairan Peureulak, Aceh Timur, dengan menggunakan alat tangkap trawl yang dilengkapi rantai. Dimana penggunaan alat tangkap ini dilarang berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, karena mengakibatkan rusaknya ekosistem laut.

Setelah ditangkap di perairan Peureulak, kedua boat pukat/trawl bersama 15 awaknya yang rata-rata ber-KTP Aceh Timur, digiring ke Pangkalan PSDKP Lampulo untuk diperiksa lebih lanjut.

Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo, Basri APi MSi, melalui Sub-Koordinator Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran, Herno Adianto mengatakan bahwa selain melanggar izin wilayah penangkapan (20 mil dari pantai) dan menggunakan alat tangkap yang dilarang, salah satu boat pukat (KM Budi Jaya) juga diduga memalsukan data kapasitas boat, dan kedua boat itu juga tidak memiliki surat persetujuan berlayar dari otoritas setempat.

Dari pemeriksaan awal, nelayan dari kedua boat pukat/trawl ini akan terjerat pelanggaran Pasal 98 UU Cipta Kerja tentang Surat Persetujuan Berlayar, Pasal 92 UU Cipta Kerja tentang Usaha Perizinan Berusaha, dan Pasal 85 UU Perikanan tentang Alat Tangkap yang Dilarang.

“Saat ini, boat pukat/trawl KM Lasmana dengan 8 orang awaknya dan KM Budi Jaya dengan 7 orang awak beserta alat tangkap yang ada di boat tersebut, sudah kami amankan untuk proses pemeriksaan,” kata Herno Adianto, kepada Serambinews.com, Sabtu (4/9/2021).

Baca juga: Potensi Udang Windu di Aceh Tak Tergarap, KuALA: Pukat Trawl Harus Ditertibkan

Baca juga: Kasus Tabrakan Kapal Nelayan Mengambang

Selain melanggar hukum positif, kedua boat pukat/trawl ini juga dipastikan melanggar aturan adat laot, dimana mereka melakukan penangkapan ikan pada Jumat pagi yang merupakan hari pantang melaut. Namun terkait hal ini, pemerintah menyerahkannya kepada Lembaga Adat Panglima Laot, khususnya Panglima Laot Kabupaten Aceh Timur, karena pelanggaran ini terjadi di wilayah perairan Aceh Timur, dan awak boat tersebut juga ber-KTP Aceh Timur.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved