Minggu, 7 Juni 2026

Kesehatan

Bolehkah Mengonsumsi Madu Selama Hamil Serta Bagi Bayi? Ini Kata Pakar

Di sisi lain, seperti diketahui, madu banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan dan pemrosesan pembuatan madu pun bisa terbilang bersih.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Thinkstockphoto
Ilustrasi morning sickness 

Di sisi lain, seperti diketahui, madu banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan dan pemrosesan pembuatan madu pun bisa terbilang bersih.

SERAMBINEWS.COM – Para ibu hamil kerap mempertanyakan apakah boleh mengonsumsi madu selama hamil?

Apalagi dokter tidak menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi madu. 

Di sisi lain, seperti diketahui, madu banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan dan pemrosesan pembuatan madu pun bisa terbilang bersih.

Kawan Puan boleh jadi pernah mendengar bahwa bayi baru lahir tidak disarankan mengonsumsi madu karena membawa jenis bakteri tertentu yang bisa membuat bayi sakit.

Lantas, apakah aman jika ibu yang tengah mengandung mengonsumsi madu saat hamil?

Agar Kawan Puan lebih yakin dan paham, pelajari penjelasan tentang mengonsumsi madu saat hamil dari Verywell Family berikut ini. Yuk, simak!

Konsumsi madu saat hamil

Sejak lama madu dikonsumsi untuk menambah nutrisi. Bahkan racikan obat rumahan untuk penyakit tertentu karena mengandung banyak komponen penting.

Alasan beberapa orang mempertanyakan keamanan madu adalah karena terkadang mengandung spora bakteri Clostridium botulinum.

Bakteri ini dapat tumbuh dengan cepat di usus manusia dan menghasilkan neurotoksin yang menyebabkan botulisme.

Itu adalah keracunan langka dan serius yang dapat menyebabkan kelemahan dan kelumpuhan pada lengan, kaki, area perut, dan sistem pernapasan.

Akan tetapi, ini bukan masalah bagi kebanyakan orang dewasa maupun anak-anak.

“Anak-anak di atas usia 1 tahun dan orang dewasa yang sehat, termasuk perempuan hamil, dapat dengan aman mengonsumsi madu karena sistem kekebalan tubuh mereka melindungi dari bakteri apa pun yang mungkin terkandung dalam madu,” kata Sandy Procter, PhD, seorang profesor nutrisi di Kansas State University.

Tapi, apakah aman untuk bayi di dalam kandungan?

Tenang saja, madu juga aman untuk bayi di dalam kandungan, Kawan Puan.

Botulisme pada orang tua hamil juga tidak terkait dengan masalah kehamilan atau cacat lahir.

Sesuatu dalam sistem yang membahayakan janin itu harus masuk melalui plasenta.

Toksin botulinum memiliki berat molekul tinggi, yang membuatnya tidak mungkin melewati plasenta dan mencapai bayi di dalam kandungan.

Itu berarti, bahkan jika kamu mengonsumsi madu dengan spora botulisme, bayi dalam kandunganmu akan tetap terlindungi.

Namun, begitu bayimu lahir dan tidak lagi terlindungi di dalam rahim, mereka rentan terhadap bakteri tersebut, setidaknya untuk sementara waktu.

"Madu menjadi perhatian bagi bayi baru lahir karena sistem kekebalan mereka yang belum berkembang. Mereka tidak mampu melawan spora botulisme yang terkadang ada dalam madu," kata Sandy.

Ingat, jauhkan madu dari jangkauan bayi kamu sampai ulang tahun pertama mereka.

Meski begitu, kesimpulan yang dapat diambil ialah madu aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan bayi di dalam kandungan ya, Kawan Puan.

Akan tetapi, hindari memberikan madu pada bayi baru lahir hingga berusia satu tahun untuk menghindari potensi bakteri yang membahayakan, ya! (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kata Pakar soal Mengonsumsi Madu selama Hamil, Apakah Boleh?

Berita lain terkait madu

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved