Pelayaran ke Pulo Aceh Dihentikan Sementara, KMP Papuyu Naik Docking
Pelayaran untuk rute Pelabuhan Ulee Lheue-Pelabuhan Seurapong dan Ulee Lheue-Lamteng, Pulo Aceh, dihentikan sementara
PULO ACEH - Pelayaran untuk rute Pelabuhan Ulee Lheue-Pelabuhan Seurapong dan Ulee Lheue-Lamteng, Pulo Aceh, dihentikan sementara. Penyebabnya, karena KMP Papuyu yang beroperasi rute tersebut akan naik docking untuk melakukan perawatan rutin.
Kepala Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Fahrul, kepada Serambi, Sabtu (4/9/2021) mengatakan, pelayaran ke Pulo Aceh dengan KMP Papuyu sudah dihentikan sejak Jumat (3/9/2021) kemarin.
Dikatakan, hingga kemarin kapal penyeberangan itu masih ditambat di area kolam labuh Ulee Lheue. Kemungkinan kapal itu akan melakukan perawatan di galangan yang ada di Sabang. "Papuyu sekarang lagi naik docking, sejak kemarin (Jumat) kapal sudah nggak berlayar lagi, sudah standby di Ulee Lheue, mereka kan harus urus-urus surat dulu sebelum docking," ujar Fahrul.
Namun berdasarkan informasi di Instagram Dishub Aceh, KMP Papuyu akan berhenti sementara, hingga 30 September 2021, untuk perawatan. Untuk diketahui, setiap kapal menjalani docking rutin yang melakukan perawatan rutin, sehingga menghindari adanya kendala dan masalah selama berlayar.
KMP Papuyu merupakan kapal yang dioperasikan oleh PT ASDP untuk rute perintis ke Pulo Aceh, yang merupakan pulau terpencil di Aceh. Awalnya kapal ini melayani ke Lamteng di Pulau Nasi. Namun sejak beberapa bulan terakhir kapal mulai melayani pulau disebelahnya, yaitu Pulau Breueh, dengan berlabuh di Pelabuhan Ulee Paya/Seurapong.
KMP Papuyu memiliki kapasitas mengangkut 105 penumpang dan memuat 8 unit kendaraan, dengan rincian 2 unit kendaraan kecil dan 6 unit bis/truk ukuran sedang.
Setelah KMP Papuyu tidak berlayar untuk sementara waktu, maka warga di kedua pulau itu beralih ke kapal kayu atau boat untuk menyeberang ke daratan Aceh.
Fauzi Ulpa, warga Pulo Aceh mengatakan, selama ini dalam seminggu kapal KMP Papuyu berlayar tiga kali ke Pulau Nasi dan dua kali ke Pulau Breueh. Sedangkan saat tak ada kapal, warga naik kapal kayu.
Dikatakan, sebenarnya docking kapal itu tidak terlalu menjadi kendala bagi penumpang perorangan, karena selalu tersedia kapal kayu milik warga setempat. Hanya saja, warga tidak bisa membawa mobilnya dari daratan ke pulau maupun sebaliknya. "Mungkin sekarang yang mau menyeberangkan mobil sudah tidak bisa lagi, harus nunggu kapal siap. Kalau orang dan sepeda motor masih ada kapal kayu," ujar Fauzi.(mun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kmp-papuyu-naik-docking.jpg)