Pendidikan
Dinas Pendidikan Subulussalam Lahirkan Tiga Sekolah Baru dalam Setahun
Atas dasar itu, Sairun pun berinisiatif memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak di ketiga desa yang selama ini belum memiliki fasilitas terkait.
Penulis: Khalidin | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam terus melakukan sejumlah langkah strategis dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak di daerah tersebut.
Buktinya, dalam setahun terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subulussalam berhasil melahirkan tiga sekolah baru di Kecamatan Rundeng.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam, H Sairun SAg kepada Serambinews.com Senin (6/9/2021) mengatakan alasannya melahirkan tiga sekolah baru di daerah pedalaman Subulussalam.
Dikatakan, ketiga desa yang berada di bantasan Sungai Souraya itu selama ini belum pernah memiliki fasilitas sekolah sejak zaman Belanda.
Atas dasar itu, Sairun pun berinisiatif memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak di ketiga desa yang selama ini belum memiliki fasilitas terkait.
Baca juga: BERITA POPULER - Ekonomi Timor Leste Terpuruk, Nekat Nikahi Ayah Kandung hingga Pemuda Gauli IRT
Ketiga sekolah baru yang dibentuk itu yakni di Desa Tanah-Tumbuh, Desa Lae Mate Lama dan Kuta Beringin.
“Ketiga desa ini sejak jaman belanda belum pernah ada fasilitas sekolah walau setingkat Sekolah Dasar dan kali ini kita wujudkan sehingga anak-anak di sana bisa mendapat pendidikan tanpa harus keluar desa,” ujar Sairun
Sairun menambahkan semua sekolah baru ini akan segera dilengkapi gedung melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2022.
Baca juga: Kerangka Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Kebun Padang Kasab Bireuen, Diperkirakan Laki-laki
Bahkan di Tanah Tumbuh, jika tak ada aral melintang akan dibangun satu ruang melalui APBK 2021.
Selain itu, ketiga sekolah baru sudah memiliki izin operasional. Sairun pun menyatakan jika kebijakan melahirkan sekolah sebagai langkah strategis percepatan pembangunan di bidang pendidikan.
“Kebijakan bukan hanya meningkatkan mutu pendidikan yang sudah berjalan tapi bagaimana bisa membangun fasilitas pendidikan di desa yang yang sama sekali belum tersedia,” pungkas Sairun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/plt-kadis-pendidikan-dan-kebudayaan-subulussalam.jpg)