Breaking News:

Internasional

Pemimpin Kudeta Guinea Tutup Perbatasan Sepekan, Kabinet Dipanggil

Pemimpin kudeta, seorang tentara berpangkat kolonel menguasai televisi pemerintah pada Minggu (5/9/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Kolonel Angkatan Darat Mamadi Doumbouya mengumumkan di televisi pemerintah bahwa perbatasan Guinea telah ditutup setelah penangkapan presiden negara itu 

Mamadi Doumbouya sempat duduk terbungkus bendera Guinea dengan setengah lusin tentara lain berseragam di sampingnya.

Saat dia membacakan pernyataan tentang pemberontakan di televisi pemerintah dan bersumpah:
"Tugas seorang tentara adalah menyelamatkan negara."

Dia tidak menyebutkan keberadaan Conde dan tidak segera diketahui di mana pemimpin berusia 83 tahun itu.

Foto dan video yang memperlihatkan Conde dalam tahanan tentara beredar luas di media sosial meski keasliannya belum bisa dipastikan.

Conde, yang berkuasa selama lebih dari satu dekade, telah melihat popularitasnya merosot sejak ia mencari masa jabatan ketiga tahun lalu.

Baca juga: Tentara Culik Presiden dan Bubarkan Pemerintah, Kudeta di Guinea

Dia sempat mengatakan batasan masa jabatan tidak berlaku untuknya.

“Kami tidak akan lagi mempercayakan politik kepada satu orang; kami akan mempercayakannya kepada rakyat,” kata Doumbouya.

Dia menambahkan konstitusi juga akan dibubarkan dan perbatasan negara akan ditutup selama satu minggu.

Doumbouya, yang mengepalai unit pasukan khusus di militer, mengatakan dia bertindak demi kepentingan terbaik bangsa.

Dia mengatakan tidak cukup kemajuan ekonomi telah dibuat sejak negara itu merdeka dari Prancis pada tahun 1958.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved