Internasional
Perdana Menteri Somalia Pecat Kepala Intelijen, Presiden Sebut Inkonstitusional
Perdana Menteri Somalia, Senin (6/9/2021) memecat Kepala Intelijen, sebuah langkah yang disebut presiden tidak konstitusional.
SERAMBINEWS.COM, MOGADISHU - Perdana Menteri Somalia, Senin (6/9/2021) memecat Kepala Intelijen, sebuah langkah yang disebut presiden tidak konstitusional.
Perselisihan mengenai Fahad Yasin, Direktur Badan Intelijen Nasional Somalia (NISA) meletus.
Setelah berhari-hari ketegangan di ibu kota Mogadishu atas kematian misterius Ikran Tahlil Farah, seorang perwira wanita NISA, lebih dari dua bulan lalu.
Dilansir AFP, Perdana Menteri Mohammed Hussein Roble mengumumkan telah memecat Yasin.
Kemudian, menunjuk pejabat lain untuk sementara memimpin badan tersebut.
Baca juga: Minibus Terkena Ranjau Darat di Somalia, 15 Penumpang Tewas dan Empat Terluka
Pemecatan Yasin terkait penolakan permintaannya untuk menyampaikan laporan dalam waktu 48 jam tentang kematian Farah.
Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed kemudian mengeluarkan pernyataannya sendiri.
Dia mengatakan bahwa langkah perdana menteri itu tidak konstitusional.
“Yasin harus terus menjadi direktur NISA,” bunyi pernyataan itu.(*)
Baca juga: Dibuang ke Laut oleh Penjaga Pantai Yunani, Warga Somalia Ini Tetap Bertahan Hidup, Makan Tumbuhan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perdana-menteri-somalia-mohammed-hussein-roble.jpg)