Breaking News:

Wawancara Eksklusif

‘Rp 86 Triliun Dana Otsus Kemana Dibawa’

SUARA Apa Karya langsung meninggi saat kami menanyakan pendapatnya tentang wacana untuk memperpanjang dana Otsus Aceh

Editor: bakri
SERAMBI/HENDRI
Zakaria Saman, mantan Menteri Pertahanan GAM 

Dalam pertemuan itu, antara lain saya katakan “saya menyesal Pak” ditanya Pak JK “menyesal kenapa?” Saya jawab menyesal telah berdamai. “Saya lihat di negara orang ada kompensasi untuk masyarakat, ini bukan untuk pribadi saya, tapi untuk masyarakat”.

(Ditanya Pak JK), kenapa bilang tidak ada kompensasi? Saya jawab, coba Bapak jalan dari Kualasimpang hingga ke Bireuen, rumah-rumah warga terbuat dari daun kelapa sawit, di mana kompensasinya?

Begini, kata Pak Yusuf Kalla, jangan kamu bilang seperti itu (menyesal damai dan tak ada kompensasi-red). Sejak awal penandatanganan damai (tahun 2005), hingga ini hari kata beliau, Rp 86 triliun uang dikucurkan untuk Aceh, ke mana dibuat uang itu. Nanti kena tangkap semua itu.

Lalu saya bilang, begini Pak itu salah pemerintah pusat. Kenapa salah pemerintah pusat? (Apa memberi ilustrali) ini uang, ini buku, jika salah penggunaan uang tidak sesuai dengan pembukuan akan ditangkap, apakah sudah dilakukan seperti itu? Enggak kan? Malah dibiarkan. Di sinilah salah Pemerintah Pusat.

Pak JK bilang, uang ini Rp 86 triliun, jumlah penduduk Aceh tidak sampai 5 juta, jika tahu seperti ini kejadiannya, uangnya dibagi rata kepada semua penduduk Aceh jadi kaya semuanya.

Keterangan saya ini bisa dikonfirmasi ke Pak Jusuf Kalla, karena beliau yang sampaikan kepada saya saat kami berbincang berdua di kantor beliau di Jakarta. Lalu beliau bilang, Zakaria lihat nanti, banyak yang akan kena tangkap (karena penyalahgunaan dana Otsus). Man singoh taeu, boh jok boh beulangan, watee troh taboh nan. (Apa Karya memberikan tamsilan dalam kalimat kiasan bahasa Aceh yang bermakna sesuatu pernyataan akan terbukti ketika terjadi)

(Catatan: Penelusuran Serambi pada wesite djpk.kemenkeu.go.id, sejak dianggarkan pertama kali pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2021, total alokasi Dana Otonomi Khusus yang diterima oleh Provinsi Aceh sebesar 88,43 Triliun. Nominal yang diperoleh sangat besar, akan tetapi pengelolaan Dana Otsus Aceh belum maksimal, hal ini dibuktikan dengan sisa Dana Otsus Aceh kurun waktu 2013 s.d. 2020 sebesar Rp 7,7 triliun.

Berdasarkan fakta di atas, pada Senin (26/4/2021) lalu, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mengadakan focus group discussion (FGD) dengan tema Evaluasi Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh. Acara tersebut dilaksanakan secara virtual dan ditayangkan secara langsung melalui kanal Youtube Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan).

SIMAK PENUTURAN LENGKAP APA KARYA DALAM VIDEO DI BAWAH INI:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved