Senin, 8 Juni 2026

Ekspor Batu Bara Aceh Kembali Bergairah

Setelah sempat mengalami kelesuan, kegiatan ekspor batu bara dari Aceh kembali bergairah menyusul harga jualnya mulai naik

Tayang:
Editor: bakri
Kadis ESDM Aceh, Mahdinur bersama pihak PT Mifa, sedang meminjau pelabuhan ekspor batu bara di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (6/10). SERAMBI/HERIANTO 

BANDA ACEH - Setelah sempat mengalami kelesuan, kegiatan ekspor batu bara dari Aceh kembali bergairah menyusul harga jualnya mulai naik. Kenaikan harga batu bara saat ini sangat baik, dari sebekumnya rata-rata 20 dollar AS/ton menjadi 32-33 dollar/ton bahkan 36-37 dollar per tonnya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Mahdinur, Senin (6/9/2021). Dikatakan, volume ekspor batu bara Aceh dari Januari-Juli 2021 sudah mencapai 5,3 juta ton, dengan nilai ekspor sekitar Rp 1,9 triliun.

Dijelaskan, di Aceh ada delapan perusahaan batu bara yang sudah mengantongi izin usaha pertambangan (IUP). Dari delapan perusahaan tersebut, baru  dua perusahaan yang sudah melakukan penggalian dan penjualan batu bara di dalam dan luar negeri, yaitu PT Bara Energi Lestari dan PT Mifa Bersaudara.

PT Mifa Bersaudara miliki areal tambang 3.134 hektare terletak di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Sedangkan PT Bara Energi Lestari miliki areal tambang seluas 1.495 hektare, terletak di wilayah Nagan Raya.

“Sedangkan enam perusahaan lagi yang juga berada di wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya, sampai tahun ini tak ada laporan apakah mereka sudah berproduksi atau belum,” tuturnya.

Potensi bahan baku batu bara di Aceh, menurut Mahdinur cukup besar. Buktinya sudah ada delapan perusahaan yang mengantongi IUP, meski baru dua perusahaan yang baru melakukan penggalian dan penjualan.

Karena potensi deposit batu bara di Aceh, terutama wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya cukup besar, mendorong investor dalam bidang kelistrikan menambah investasinya di Aceh.  Empat tahun lalu, ungkap Mahdinur, ada pembangunan proyek PLTU I dan II kapasitas 2x100 MW, di Aceh Barat dan Nagan Raya. Proyek PLTU I dan II miliknya PT PLN, berbahan bakar batu bara itu, kini sudah beroperasi dan daya listriknya sudah dinikmati masyarakat sekitar pantai barat-selatan Aceh sampai Pidie, Aceh Besar dan Banda Aceh.

Setelah proyek PLTU III dan IV nanti beroperasi, kata Mahdinur, daerah ini akan menjadi pensuplai arus listrik untuk kebutuhan pulau Sumatera. Karena jaringan listrik dari Aceh sudah tersambung ke jaringan listrik tegangan tinggi yang ada di pulau Sumatera.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved