Breaking News:

Jurnalisme Warga

Koperasi Potensial Atasi Kemiskinan di Aceh

Koperasi telah menjadi bagian dari perekonomian masyarakat Indonesia sejak masa kolonial Belanda, dimulai sejak akhir abad 19

Editor: bakri
Koperasi Potensial Atasi Kemiskinan di Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
Ir. HELVIZAR IBRAHIM, M.Si., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

OLEH Ir. HELVIZAR IBRAHIM, M.Si., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

Koperasi telah menjadi bagian dari perekonomian masyarakat Indonesia sejak masa kolonial Belanda, dimulai sejak akhir abad 19 dan berkembang dengan baik pada awal abad 20. Sejak awal, kehadiran koperasi tujuannya tak pernah berubah, yakni memberikan kesejahteraan bagi rakyat dari golongan ekonomi lemah/kecil. Dengan demikian, koperasi bukanlah hal baru dalam sejarah perekonomian bangsa Indonesia, karena ia lebih dahulu hadir sebelum Republik Indonesia yang kita cintai ini lahir.

Di Indonesia, perjalanan sejarah koperasi mengalami pasang surut dan pernah mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an melalui Badan Usaha Unit Desa/Koperasi Unit Desa (BUUD/KUD). Koperasi saat itu menjelma menjadi unit penggerak perekonomian bagi desa-desa di Indonesia. Sejak saat itu jumlah koperasi di Indonesia tumbuh hingga ribuan jumlahnya.

Perkembangan koperasi pribumi berawal sekitar tahun 1896 di Purwokerto yang diprakarsai Patih Wiria Atmadja yang mendirikan usaha disebut Hulp en Spaarbank (Bank Pertolongan dan Simpan). Prinsip kerjanya mirip koperasi dan mulai memberi pinjaman kepada pegawai negeri. Ide koperasi ini kemudian dikembangkan oleh De Wolf van Westerrode, Asisten Residen Purwokerto yang pernah belajar tentang Volks Bank (Bank Rakyat) di Jerman.  Tahun 1908 perkumpulan Budi Utomo memperbaiki kesejahteraan rakyat melalui koperasi dan pendidikan. Mereka mendirikan koperasi rumah tangga yang dipelopori Dr Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo.

Tahun 1911, Serikat Dagang Islam yang dipimpin H Samanhudi dan HOS Cokroaminoto mempropagandakan cita-cita toko koperasi (sejenis waserda). Tujuannya untuk mengimbangi dan menentang politik pemerintah kolonial Belanda yang banyak memberikan fasilitas dan menguntungkan para pedagang asing.

Selanjutnya, tahun 1930 dibentuk Jawatan Koperasi di dalam Departemen Dalam Negeri. Koperasi di Indonesia terus mengalami kamuflase hingga di masa penjajahan Jepang sempat dijadikan alat untuk mendukung Perang Asia Timur Raya.

Setelah Indonesia merdeka, kedudukan koperasi kian diperjelas dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Pada Pasal 33 ditetapkan bahwa koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Ini membuat kedudukan hukum koperasi di Indonesia semakin kuat.

Tanggal 12 Juli 1947 dilaksanakan kongres pertama koperasi di Tasikmalaya. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Bersamaan dengan itu, Wapres Mohammad Hatta makin intensif mempertebal kesadaran masyarakat untuk berkoperasi. Atas jasa-jasa itulah maka Mohammad Hatta diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung , 17 Juli 1953.

Koperasi sebagai solusi kemiskinan. Hal yang ingin ditunjukkan dari sejarah terbentuknya koperasi pada prinsipnya adalah bahwa koperasi sesungguhnya dapat menjawab persoalan ekonomi apabila dijalankan secara baik dan benar, di mana badan usaha dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan dengan berasaskan gotong royong dan kekeluargaan ini sebenarnya dapat menjadi solusi dari permasalahan kemiskinan masyarakat, seperti tujuan berdirinya koperasi sejak berabad silam untuk melawan ekonomi kapitalis dan monopoli yang hanya menguntungkan segelintir orang atau kelompok. Koperasi yang merupakan bentuk perlawanan kaum bawah dapat menjadi kekuatan ekonomi berkat bersatunya sekumpulan pelaku usaha dengan tujuan bersama, yakni saling menyejahterakan sebagaimana tercantum pada Pasal 3 UU Nomor 25 Tahun 1992  tentang Perkoperasian bahwa koperasi mempunyai tujuan utama, yakni mengembangkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Hal ini bermakna bahwa koperasi adalah organisasi ekonomi yang akan membantu meningkatkan potensi sumber daya ekonomi untuk memajukan kesejahteraan anggota, di mana pada akhirnya diharapkan akan berdampak pada meningkatnya taraf ekonomi masyarakat secara luas. Bahkan lebih jauh dari itu, Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta pernah menyampaikan dalam orasinya pada Dies Natalis Akademi Koperasi Ke-12  di Bandung tanggal 16 Juli 1966  bahwa koperasi adalah satu-satunya jalan untuk melepaskan diri dari kemiskinan. Oleh karena itu, kita perlu dengan sekuat tenaga memajukan koperasi dalam segala bidang.  Pernyataan ini bukan isapan jempol belaka, terbukti di negara-negara maju, terutama di Semenanjung Skandinavia, koperasi berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi kumpulan negara tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved