Breaking News:

Luar Negeri

Kudeta Guinea Dipicu Presiden Ubah UU untuk Menjabat 3 Periode, Kemiskinan dan Korupsi Meluas

Para prajurit menyampaikan rasa frustrasi karena kemiskinan dan korupsi yang meluas di Guinea.

Editor: Faisal Zamzami
AFP PHOTO/CELLOU BINANI
Orang-orang merayakan di jalan-jalan dengan anggota angkatan bersenjata Guinea setelah penangkapan presiden Guinea, Alpha Conde, dalam kudeta di Conakry, 5 September 2021.(AFP PHOTO/CELLOU BINANI) 

Namun Gilles mengatakan penting untuk dicatat bahwa Mali dan Guinea sudah berada dalam krisis, sementara negara-negara Afrika Barat lain – terutama yang memiliki demokrasi yang stabil – belum tentu mengikuti jalan yang sama.

Baca juga: Pejabat Guinea Dilarang Bepergian ke Luar Negeri, Politisi Ditangkap

Baca juga: Ibu Kota Guinea Masih Mencekam, Rakyat Sambut Gembira Penggulingan Presiden Guinea

Pemimpin Oposisi Guinea Dukung Kudeta Militer

Pemimpin oposisi Guinea, Cellou Dalein Diallo menyambut baik kudeta terhadap Presiden Alpha Condé.

Dia menyebutnya sebagai kesempatan untuk awal yang baru bagi rakyat untuk memperbaiki kehidupan.

Dilansir BBC, Selasa (7/9/2021), Diallo mengatakan tentara telah membuat tindakan bersejarah yang menyelesaikan perjuangan, dimulai oleh kelompok-kelompok pro-demokrasi.

Dia mendesak tentara untuk memastikan rekonsiliasi nasional.

PBB, Uni Afrika, dan badan regional Ecowas mengecam kudeta dengan mengatakan tatanan konstitusional harus dipulihkan.

Mereka juga menyerukan pembebasan Presiden Condé yang terakhir terlihat pada Minggu (5/9/2021) dikelilingi oleh pasukan khusus tentara.

Pemimpin kudeta Kolonel Mamady Doumbouya mengatakan kepada wartawan pemimpin yang digulingkan itu berada dalam tahanan dan aman.

Diallo merupakan penantang utama presiden dalam pemilihan tahun lalu, yang membuat Condé mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga yang kontroversial.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved