Breaking News:

Luar Negeri

Kudeta Guinea Dipicu Presiden Ubah UU untuk Menjabat 3 Periode, Kemiskinan dan Korupsi Meluas

Para prajurit menyampaikan rasa frustrasi karena kemiskinan dan korupsi yang meluas di Guinea.

Editor: Faisal Zamzami
AFP PHOTO/CELLOU BINANI
Orang-orang merayakan di jalan-jalan dengan anggota angkatan bersenjata Guinea setelah penangkapan presiden Guinea, Alpha Conde, dalam kudeta di Conakry, 5 September 2021.(AFP PHOTO/CELLOU BINANI) 

Pemimpin yang digulingkan itu awalnya terpilih pada 2010 dalam transfer kekuasaan demokratis pertama di negara itu.

Meskipun mengawasi beberapa kemajuan ekonomi, dia dituduh memimpin banyak pelanggaran hak asasi manusia dan pelecehan terhadap para pengkritiknya .

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (6/9/2021), Diallo, yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Condé menyebut kudeta sebagai kemenangan rakyat.

"Ini menjadi pertanda kemenangan rakyat, tetapi kegagalan bagi rezim diktator," katanya.

Dia mengatakan pengambilalihan itu menyelesaikan" pekerjaan Aliansi Nasional untuk Partai Alternatif Demokrat dan kelompok pro-demokrasi lainnya.

Pemimpin oposisi mengatakan akan mendukung para pemimpin kudeta dalam perjuangan melawan korupsi dan impunitas.

Dia mendesak mereka untuk bekerja sama membangun demokrasi yang damai di negara ini.

Sedangkan Presiden Alpha Condé belum terlihat di depan umum sejak ditangkap pada Minggu (5/9/2021).

Kudeta telah disambut secara luas oleh warga Guinea, ratusan penduduk di ibukota Conakry bersorak pada tentara setelah dikonfirmasi telah menggulingkan Condé.

Dalam siaran di TV pemerintah pada Minggu (5/9/2021) malam, sekelompok tentara mengumumkan pembubaran konstitusi, penutupan perbatasan dan jam malam nasional.

Mereka mengatakan gubernur regional telah digantikan oleh komandan militer, dan presiden 83 tahun yang digulingkan itu aman, tetapi tetap dalam tahanan.

Pemimpin kudeta Kol Mamady Doumbouya mengatakan tentaranya telah merebut kekuasaan.

Dengan alasan ingin mengakhiri korupsi yang merajalela, pelanggaran hak asasi manusia dan salah urus.

Orang-orang merayakan di jalan-jalan dengan anggota angkatan bersenjata Guinea setelah penangkapan presiden Guinea, Alpha Conde

Kerumunan telah bersorak pada para prajurit sejak pengambilalihan diumumkan

Kudeta Guinea menjadi keempat kalinya Afrika Barat sejak Agustus 2020.

Ada dua pengambilalihan militer di Mali dan upaya yang gagal di Niger.(*)

Baca juga: Ini Manfaat Tidur Siang Bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Menangkal Penyakit Kronis, Ini Ulasannya

Baca juga: Kasus Adik Hamili Kakak Kandung, Polisi Berencana Datangkan Psikiater, Pelaku Wanita tidak Ditahan

Baca juga: Raja Salman Akan Tindak Milisi Houthi, Serangan Rudal dan Drone ke Arab Saudi Tak Juga Berhenti

Kompas.com dengan judul "Kudeta Guinea Dipicu Presiden Ubah UU untuk Menjabat 3 Periode",

BACA BERITA GUINEA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved