Breaking News:

Internasional

Arab Saudi Siap Terima 70.000 Jamaah Umrah di Masjidil Haram Setiap Hari

Kerajaan Arab Saudi siap menyambut 70.000 jamaah Umrah di Masjidil Haram setiap hari. Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjidil Haram menyatakan telah

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Para jamaah mengelilingi Ka'bah di kompleks Masjidil Haram di Makkah pada 4 Oktober 2020, di tengah tindakan pencegahan kesehatan yang ekstensif untuk memerangi penyebaran COVID-19. 

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Kerajaan Arab Saudi siap menyambut 70.000 Jamaah Umrah di Masjidil Haram setiap hari.

Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjidil Haram menyatakan telah menyelesaikan persiapan penerimaan jamaah umrah.

Dilansir ArabNews, Rabu (9/9/2021) kapasitas telah ditingkatkan menjadi 70.000 orang per hari.

Persiapan ini diselesaikan di bawah pengawasan Syekh Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, kepala Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci.

Kelompok pertama jamaah umrah asing yang divaksinasi penuh tiba di Arab Saudi pada 15 Agustus 2021.

Setelah larangan perjalanan sementara Covid-19 dicabut.

Baca juga: Raja Salman Akan Tindak Milisi Houthi, Serangan Rudal dan Drone ke Arab Saudi Tak Juga Berhenti

Hani bin Hosni Haidar, juru bicara resmi kepresidenan umum, mengatakan semua peziarah dan jemaah umrah harus mematuhi tindakan pencegahan dan sterilisasi intensif.

Layanan tambahan yang diberikan kepresidenan sehubungan dengan tindakan pencegahan yang ada termasuk pengembangan kamera termal dan operasi penyortiran visual.

Proses sterilisasi akan menggunakan 11 robot yang bekerja dengan AI, 20 perangkat bio-care dengan uap kering, dan 500 pompa sterilisasi.

Kepresidenan juga akan menyediakan 500 dispenser sabun elektronik dan 250 kipas angin yang didistribusikan di seluruh halaman Masjidil Haram.

Baca juga: Mantan Ajudan Pangeran Charles Mengundurkan Diri, Beri Gelar untuk Pengusaha Arab Saudi

Haidar mengatakan kepresidenan juga meningkatkan kapasitas produksi air Zamzam menjadi lebih dari 300.000 botol per hari, yang akan didistribusikan kepada jamaah Umrah

Dia mengatakan sesi Al-Qur'an dan pelajaran agama yang disampaikan oleh ulama Masjidil Haram akan dilanjutkan sesuai dengan semua tindakan pencegahan dan pencegahan.

Haidar juga mengatakan kepresidenan akan menyediakan layanan penerjemahan kepada peziarah dan pengunjung dalam beberapa bahasa.

Mulai dari Inggris, Turki, Urdu, Persia, Prancis, Rusia, Melayu, Bengali, Cina sampai Hausa.(*)

Baca juga: Mesir Kutuk Serangan Milisi Houthi ke Arab Saudi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved