Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Aceh Tamiang Kembali ke Zona Oranye, Pedagang Tetap Dianjurkan Take Away

Secara khusus dia berpesan, agar pelayanan terhadap pembeli diubah menjadi take away.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Bupati Aceh Tamiang, Mursil saat menyosialisasikan layanan take away kepada pedagang bakso, beberapa malam lalu. Kerumunan pengunjung di warung kopi dan kafe kerap menjadi sorotan di masa pandemi Covid-19. 

Dia mengakui, sorotan masih diarahkan kepada pengelola warung kopi dan kafe karena acap kali kedapatan dipenuhi pengunjung. Secara khusus dia berpesan, agar pelayanan terhadap pembeli diubah menjadi take away.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tmiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Status Covid-19 di Aceh Tamiang kembali diturunkan ke zona oranye, setelah sempat dinyatakan zona merah dalam sepekan terakhir.

Penurunan status ini disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Mursil setelah mendapat laporan terkini dari tim Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (9/9/2021).

Mursil menyatakan, penurunan level ini berkat kerja keras semua pihak, termasuk masyarakat yang bersedia mematuhi protokol kesehatan.

Satgas Covid-19 Aceh Tamiang pun terus meningkatkan patroli malam, untuk mencegah kerumunan di warung dan kafe.

“Banyak faktor yang memengaruhi status ini, selain penegakan protokol kesehatan, juga kesiapan rumah sakit menangani pasien Covid-19,” kata Mursil.

Dalam kaitan ini, Mursil menilai disiplin prtokol kesehatan masyarakat sudah selaras dengan kesiapan RSUD Aceh Tamiang karena terus meningkatkan pelayanan dan kapasitas ruangan Pienere.

Baca juga: Status Covid-19 Kota Langsa Kembali ke Zona Orange, sempat Zona Merah Selama 3 Pekan

Bila sebelumnya manajemen rumah sakit daerah itu telah menambah kapasitas menjadi 40 ranjang, saat ini sudah tersedia 60 ranjang.

“Bersamaan dengan kapasitas ditambah, pasien yang dirawat di Penere pun sudah berkurang, laporan dari Direktur RSUD hari ini tinggal 17 pasien,” ungkap Mursil.

Begitupun, Mursil mengingatkan masyarakat tidak langsung lengah dan harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dia mengakui, sorotan masih diarahkan kepada pengelola warung kopi dan kafe karena acap kali kedapatan dipenuhi pengunjung.

Secara khusus dia berpesan, agar pelayanan terhadap pembeli diubah menjadi take away.

“Kita kasih kelonggaran karena ini menyangkut hak hidup, tapi jangan karena ada kelonggaran ini terus melanggar protokol kesehatan. Harus sama-sama menjaga,” ujarnya. (*)

Baca juga: Banda Aceh-Aceh Besar Kembali Zona Merah, 324 Pasien Covid-19 Sembuh

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved