Breaking News:

Berita Pidie

Alhamdulillah, Terminal Terpadu Sigli Senilai Rp 13 Miliar Dibangun Tahun Ini, Sempat Gagal 2 Kali

Proyek pembangunan terminal terpadu itu harus dikebut, mengingat sisa tahun 2021 hanya tinggal empat bulan lagi

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Warga melihat kondisi Terminal Terpadu Sigli, Pidie yang mengalami rusak berat, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pemerintah Aceh akan membangun Terminal Terpadu Sigli, Kabupaten Pidie dengan alokasi dana mencapai Rp 13 miliar.

Anggaran pembangunan terminal tersebut bersumber dari APBA, yang kini dalam proses tender.

Proyek pembangunan terminal terpadu itu harus dikebut, mengingat sisa tahun 2021 hanya tinggal empat bulan lagi.

Untuk diketahui, pembangunan Terminal Terpadu Sigli sempat gagal dikerjakan sebanyak dua kali.

Pertama adalah pada tahun 2019, di mana proyek tersebut gagal dilakukan.

Kemudian, pada tahun 2020, anggaran untuk pembangunan terminal itu telah dialokasikan Rp 8 miliar, tapi gagal dikerjakan.

Baca juga: Meski Anggaran Telah Diplotkan Rp 8 Miliar, Terminal Terpadu Sigli Gagal Dibangun

Baca juga: Disperindagkop Bangun Kios Kuliner di Depan Terminal Terpadu Sigli

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Puluhan Personel di Pidie Bersihkan Terminal Terpadu Sigli

Oleh sebab itu, pada tahun 2021, proyek itu harus terealisasi, karena bangunan Terminal Terpadu Sigli sudah rusak berat.

"Tahun 2019, gagal dibangun lantaran tidak selesai penyerahan aset dari kabupaten ke provinsi. Sementara tahun 2020, dana terkena refocusing," kata Kepala UPTD Terminal Tipe B Dinas Perhubungan Aceh, Erizal kepada Serambinews.com, Kamis (9/9/2021).

Ia menjelaskan, tahun 2021 anggaran dialokasikan kembali untuk pembangunan Gedung Terminal Terpadu Sigli sebesar Rp 13 miliar dari APBA.

Erizal mengungkapkan, pembangunan terminal terpadu tersebut dalam bentuk revitalisasi.

Seperti diketahui, Terminal Terpadu Sigli dibangun pada tahun 2006 dengan APBK Pidie sebesar Rp 1,4 miliar. 

Baca juga: Terminal Terpadu Blangkejeren Dialihfungsikan Menjadi Kantor

Baca juga: Satlantas Polres Langsa Datangi Terminal Terpadu, Imbau Warga Tidak Berkerumun untuk Cegah Covid-19

Baca juga: VIDEO - Terminal Meulaboh Digenangi Banjir, Loket Kesulitan Peroleh Penumpang

Tapi, seiring perubahan sruktur organisasi dan tata kerja (SOTK) pemerintah, maka pengelola terminal itu diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Aceh.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved