Breaking News:

Baku Tembak TNI dan KKB Kembali Terjadi, Mengapa Konflik Papua Tak Pernah Terselesaikan?

Papua telah mengalami gejolak terus-menerus selama lebih dari 50 tahun, terutama setelah dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1969.

Editor: Amirullah
(Istimewa)
Para anggota KKB yang diyakini adalah anggota dari Selcius Waker yang membakar sebuah gereja di Kampung Opitawak,Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (12/3/2020) 

SERAMBINEWS.COM - Konflik di Papua terus bergejolak seolah tak ada hentinya.

Terbaru, kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Polri rombongan Danrem 181/PVT Brigjen TNI Indra Heri dengan Kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) terjadi di Kampung Kamat, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Minggu (5/9/2021).

Kapala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron mengatakan, kejadian bermula saat rombongan Danrem hendak menuju ke Kisor.

Tujuannya, untuk meninjau Pos Koramil yang diserang kelompok separatis teroris beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanan ke sana, sampai di Kampung Kamat, rombongan mendapati jembatan yang sengaja dirusak.

Setelah itu, rombongan Danrem melihat sekelompok orang yang menenteng senjata api, yang diduga adalah kelompok KNPB, yakni organisasi politik sekelompok masyarakat Papua yang menyuarakan kemerdekaan Papua.

Mengapa Konflik Masih Berkepanjangan hingga 50 Tahun Lebih?

Papua telah mengalami gejolak terus-menerus selama lebih dari 50 tahun, terutama setelah dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1969.

Meskipun di Indonesia pasca-Soeharto, orang Papua telah diberikan otonomi yang lebih besar, ketidakstabilan dan konflik terus berlanjut.

Struktur politik dan budaya berbasis Papua telah tumbuh sejak akhir 1990-an — seperti Dewan Presidium Papua (Dewan Presidium Papua), Dewan Adat Papua (Dewan Tokoh Adat), Majelis Rakyat Papua (Dewan Rakyat Papua) dan ELSHAM, (Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved