Breaking News:

Kabar Gembira, OJK Perpanjang Relaksasi Restrukturisasi Pembiayaan hingga Maret 2023

"Restrukturisasi kredit yang kami keluarkan sejak awal 2020 telah sangat membantu perbankan dan para debitur, termasuk pelaku UMKM. Untuk menjaga...

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Ilustrasi - Seorang driver ojek online (Gojek) menandatangani pengajuan relaksasi kredit di cabang FIFGROUP Jakarta dalam protokol kesehatan Covid-19. Sejak awal April 2020 hingga 18 Mei 2020, FIFGROUP telah menyetujui relaksasi senilai Rp 6,7 triliun yang dilakukan untuk 683.000 nasabah, tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. 

"Restrukturisasi kredit yang kami keluarkan sejak awal 2020 telah sangat membantu perbankan dan para debitur, termasuk pelaku UMKM. Untuk menjaga momentum itu dan memitigasi dampak dari masih tingginya penyebaran Covid-19, maka masa berlaku relaksasi restrukturisasi kami perpanjang hingga 2023," kata Wimboh.

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Rapat Dewan Komisioner, Kamis (2/9/2021) memutuskan, untuk memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit/pembiayaan perbankan selama satu tahun mulai 31 Maret 2022 hingga 31 Maret 2023.

Perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit/pembiayaan ini, juga berlaku bagi BPR dan BPRS.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam konferensi pers yang dilaksanakan via aplikasi Zoom, Rabu (8/9/2021) menjelaskan, keputusan itu diambil untuk terus menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas perbankan serta kinerja debitur restrukturisasi Covid-19 yang sudah mulai mengalami perbaikan.

"Restrukturisasi kredit yang kami keluarkan sejak awal 2020 telah sangat membantu perbankan dan para debitur, termasuk pelaku UMKM. Untuk menjaga momentum itu dan memitigasi dampak dari masih tingginya penyebaran Covid-19, maka masa berlaku relaksasi restrukturisasi kami perpanjang hingga 2023," kata Wimboh.

Perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit/pembiayaan berlaku bagi seluruh bank, yaitu Bank Umum Konvensional (BUK), Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana menyampaikan perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit/pembiayaan merupakan bagian dari kebijakan countercyclical dan menjadi salah satu faktor pendorong yang diperlukan untuk menopang kinerja debitur, perbankan, dan perekonomian.

Baca juga: BRI akan Temui OJK Bahas BRILink di Aceh

“Namun penerapannya harus tetap memperhatikan manajemen resiko dan prinsip kehati-hatian,” sebutnya.

Ia menyampaikan, pedoman penerapan manajemen resiko dalam pelaksanaan kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit/pembiayaan yaitu:

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved