Breaking News:

Berita Aceh Besar

Kejari Aceh Besar Sudah Periksa 48 Saksi Dugaan Korupsi Pembangunan Jetty Kuala Krueng Pudeng Lhoong

Proyek tahun 2019 di Aceh Besar ini nilainya pagunya Rp 17,3 miliar, namun nilai kontrak Rp 13,4 miliar.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Kajari Aceh Besar, Rajendra D Wiratanaya SH 

Proyek tahun 2019 di Aceh Besar ini nilainya pagunya Rp 17,3 miliar, namun nilai kontrak Rp 13,4 miliar.

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Penyidik Kejaksaan Negeri atau Kejari Aceh Besar telah memeriksa 48 saksi kasus dugaan korupsi atas proyek pembangunan Jetty Kuala Krueng Pudeng, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar

Proyek tahun 2019 di Aceh Besar ini nilainya pagunya Rp 17,3 miliar, namun nilai kontrak Rp 13,4 miliar.

Perkara ini juga sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, namun belum ditetapkan tersangka. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Besar, Rajendra D Wiratanaya SH didampingi, Kasi Intel, Deddy Maryadi SH, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Rabu (8/9/2021). 

Kajari menyebutkan, sesuai informasi yang mereka terima dari Ketua Tim Penyidik Dikha Savana, SH MH bersama anggota tim penyidik Ardyansyah, SH MH, hingga kini penyidik sudah 48 saksi.

Mereka adalah saksi terkait pengadaan barang dan jasa dalam proyek ini. 

"Para saksi yang diperiksa adalah mereka yang dapat menerangkan keadaan dalam proses perencanaan, pemilihan dan proses pelaksanaan pembangunan jetty tersebut," kata Kajari.

Selain itu, jaksa sudah memintai keterangan dua ahli dan menyita dokumen terkait guna dijadikan sebagai barang bukti.

"Insya Allah dalam waktu dekat, penyidik dapat membuat kesimpulan, siapa siapa saja yang akan bertanggung jawab dalam kegiatan pembangunan Jetty Kuala Pudeng tahun 2019 itu," kata Kajari Aceh Besar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved