Perguruan Tinggi
Sistem Perguruan Tinggi yang Kompleks Berpotensi Terjadi Disparitas Kualitas Antar PT dan Prodi
Aris Junaidi menyebutkan, tantangan Indonesia menghadapi era bonus demokrasi untuk mendapatkan tenaga kerja yang produktif di tengah tantangan pandemi
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Fikar W.Eda/Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud dan Risetdikti, Aris Junaidi, mengatakan, Indonesia memiliki sistem Perguruan Tinggi (PT) yang kompleks, berpotensi terjadinya disparitas kualitas antar PT dan program studi.
Aris Junaidi mengatakan itu saat mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nabiel Anwar Makarim saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar "Meneropong Pendidikan Aceh" diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh, Rabu (8/9/2021) malam.
Webinar dibuka Gubernur Aceh Nova Iriansyah.
Aris Junaidi menyebutkan, tantangan Indonesia menghadapi era bonus demokrasi untuk mendapatkan tenaga kerja yang produktif di tengah tantangan pandemi yang terjadi sejak awal 2020.
Baca juga: MotoGP Aragon 2021 – Bersaing dengan Maverick Vinales, Aleix Espargaro Akui Dirinya Lebih Hebat
Kemendikbud membuat gerakan perubahan kebijakan dan penanganan pandemi.
Paradigma pendidikan seharsnya berpulang pada kemerdekaan dan mandiri sesuai pandangan Ki Hajar Dewantara.
"Filosofi ini yg melahirkan kebijakan merdeka belajar," kata Aris Junaidi.
Di akhir pernyataannya, ia menyerukan agar ulusan PT harus mengembangkan iptek dan melakukan riset yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan, pemerintah Aceh yakin hasil diskusi virtual itu akan memberikan rekomendasi yang konstruktif dalam menangani pendidikan khususnya di masa pandemi.
"Pandemi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, dari kesehatan, sosial hingga pendidikan," kata Gubernur Nova.
Baca juga: Lowongan Kerja BUMN PT Geo Dipa Energi Terbaru, Ini Posisi yang Dibutuhkan, Terbuka untuk Lulusan S1
Menurutnya diperlukan solusi yang cermat dalam mengantisipasi persoalan pendidikan di masa pandemi. Persoalan pendidikan perlu diteropong dari berbagai pihak untuk melahirkan rekomendasi kebijakan yang tepat.
"Masih banyak kendala yang dihadapi dalam pendidikan secara online, termasuk dari satuan penyelenggara pendidikan sendiri. Webinar diharapkan bisa memberikan solusi terbaik bagi kendala-kendala yang dihadapi satuan-satuan pendidikan," demikian Gubernur Nova.
Sementara itu Ketua Panitia Webinar, Mahdawi melaporkan kegiatan itu dalam rangka Hardika ke-61 bertema "Meneropong Pendidikan Aceh".
Ia menjelaskan Pendidikan di Aceh dalam konteks kabupaten/kota selama 10 tahun terakhir mengalami peningkatan, diindikasikan dari tingginya IPM. IPM Kota Banda Aceh di atas 80.
Baca juga: JNE Deklarasikan Hari Bahagia Bersama
"Webinar dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait," katanya.
Ketua IMPAS, Yunidar ZA menekankan pendidikan masih memerlukan perhatian untuk meningkatkan kualitasnya.
Dengan pendidikan yang baik diharapkan bisa meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
"Perlu menjadi perhatian bersama kondisi pendidikan di masa pandemi," ujar Yunidar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/webinar-99uo.jpg)