Breaking News:

Luar Negeri

Dua Wartawan Afghanistan 'Dibuat Jera' di Sel Tahanan Taliban karena Liput Demonstrasi

Dua orang wartawan Afghanistan mendapatkan perlakuan kasar setelah ditangkap usai melakukan peliputan mengenai demonstasi di Kabul. 

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
ANTARA
WARTAWAN Afghanistan dipukuli dalam tahanan Taliban 

Saat Taliban memerintah negara itu pada 1996-2001, tidak ada media yang independen dan internet masih dalam perkembangan.

Sejumlah wartawan telah mengeluhkan adanya serangan sejak Taliban berkuasa lagi. Beberapa wanita mengatakan mereka tidak diizinkan untuk bekerja di sektor media.

Baca juga: Jerman Tidak Yakin Dengan Pemerintahan Baru Taliban

Dalam pemerintahan Taliban yang pertama, perempuan dilarang bekerja dan sekolah.

Kelompok militan itu mengatakan dalam beberapa pekan terakhir bahwa perempuan akan diizinkan untuk bekerja dan belajar di perguruan tinggi berdasarkan aturan hukum syariat.

"Dengan keruntuhan pemerintah secara tiba-tiba, Etilaat Roz semula memutuskan untuk bertahan dan beroperasi dengan harapan tak akan ada lagi masalah besar bagi media dan jurnalis," kata Daryabi.

"Namun dengan kejadian kemarin, harapan kecil yang saya miliki tentang masa depan media dan jurnalis di negara ini, hancur," tambahnya. ( Serambinews.com/Syamsul Azman)

TERKAIT

Baca juga: VIDEO POPULER Ibu Muda Aceh Utara di Medan, Bawa Obor Keliling Desa sampai Macet PPKM di Lhokseumawe

Baca juga: BERITA POPULER - Ekonomi Timor Leste Terpuruk, Nekat Nikahi Ayah Kandung hingga Pemuda Gauli IRT

Baca juga: Video Populer Lam Bahasa Aceh - Waled Marhaban, Ayah Cut Meyriska Meninggal dan Ijab Kabul TM Ichsan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved