Breaking News:

Video

VIDEO Warga Singkil Mulai Geluti Bisnis Ayam Broiler, tak Lagi Andal Pasokan dari Sumut

Fendi Pulungan, warga Pulau Sarok, memanfaatkan halaman belakang rumahnya untuk pembudidayaan ayam boiler dan mampu membuka lapangan pekerjaan.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Budidaya ayam boiler di Kabupaten Aceh Singkil, mulai geluti pebisnis lokal, Seiring permintaan pasar meningkat.  

Bisnis ayam yang biasa disebut juga ayam ras pedaging itu, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, sehingga Aceh Singkil tidak lagi mengandalkan pasokan dari wilayah Sumatera Utara (Sumut).  

Seperti yang dilakukan Fendi Pulungan, warga Pulau Sarok, yang memanfaatkan halaman belakang rumahnya untuk pembudidayaan ayam boiler dan mampu membuka lapangan kerja bagi pemuda setempat sebanyak lima orang.  

Bahkan hasil budidaya ayam broilernya itu juga dikirim ke Pulau Nias, Sumut.  

Fendi mengaku, tujuan awal budidaya ayam broiler ini dilakukan untuk menyiasati kesulitan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.  

Sebagai dokter hewan, Fendi juga mampu siasati bau dari kotoran ayam tidak terlalu menyengat. Sehingga tetangga sekitar tidak terganggu.  

Kapasitas kandang ayam milik pribadinya itu sekitar 5.500 ekor, dengan berat per ekor 1,8 sampai 1,9 kilogram.  

Dalam satu hari permintaan ayam boiler di Singkil rata-rata terjual sebanyak 200 ekor. Sementara untuk yang dipasok ke Nias sekitar 700 ekor atau kira-kira 1,5 ton sekali kirim.(*)  

Narator: Ardiansyah
Video Editor: Hari Mahardhika

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved